Terobos Pasar Quick-Commerce, Valuasi FirstClub Meroket Jadi Rp 4 T

Di tengah hiruk pikuk pasar quick-commerce yang terobsesi pada kecepatan pengiriman, sebuah startup asal India bernama FirstClub berhasil meyakinkan para investor bahwa kualitas produk bisa menjadi peluang baru yang menjanjikan. Pendekatan unik ini berbuah manis, terbukti dengan melipatgandakan valuasinya hanya dalam waktu sembilan bulan sejak putaran pendanaan terakhirnya.
FirstClub, yang berbasis di Bengaluru, India, baru saja mengumumkan keberhasilannya mengumpulkan dana sebesar 55 juta dolar AS atau sekitar Rp 880 miliar dalam putaran pendanaan Seri B. Putaran ini dipimpin bersama oleh Peak XV Partners dan Sofina, mengangkat valuasi perusahaan menjadi 255 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp 4,08 triliun setelah investasi. Angka ini melonjak tajam dari valuasi sebelumnya yang mencapai 120 juta dolar AS (sekitar Rp 1,92 triliun) saat perusahaan terakhir kali menggalang modal pada September 2025 lalu. Investor-investor sebelumnya seperti Accel, RTP Global, dan Paramark Ventures juga turut berpartisipasi kembali dalam putaran ini. Dengan pendanaan terbaru ini, total dana yang berhasil dihimpun FirstClub kini mencapai 86 juta dolar AS, atau sekitar Rp 1,376 triliun.
Seiring dengan pergeseran kebiasaan belanja bahan makanan yang semakin banyak dilakukan secara daring, pasar quick-commerce India memang menunjukkan ekspansi yang sangat pesat. Sebuah laporan terbaru dari ICICI Securities memperkirakan bahwa pasar ini tumbuh dari sekitar 6,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 99,2 triliun) pada tahun fiskal 2025 menjadi 11-12 miliar dolar AS (sekitar Rp 176 triliun hingga Rp 192 triliun) pada tahun fiskal 2026. Para pemain terkemuka di pasar ini telah mempopulerkan belanja bahan makanan daring melalui layanan pengiriman yang sangat cepat. Namun, FirstClub mengambil jalur berbeda, bertaruh pada segmen konsumen yang semakin besar yang memprioritaskan kualitas dan kurasi produk di atas kecepatan pengiriman semata.
Didirikan pada tahun 2024 oleh mantan eksekutif Flipkart, Ayyappan R, FirstClub mengoperasikan platform belanja bahan makanan daring yang terkurasi. Platform ini menawarkan sekitar 4.000 produk pilihan, yang merupakan sekitar sepertiga dari total varian produk yang ditawarkan oleh banyak pesaing quick-commerce lainnya. Startup ini menyatakan bahwa mereka melakukan pemeriksaan kualitas ketat pada produk segar, pengujian laboratorium pada bahan pokok tertentu, serta menjalin kerja sama dengan berbagai merek untuk mengembangkan produk eksklusif. Langkah ini diambil untuk memposisikan FirstClub sebagai destinasi terpercaya untuk belanja bahan makanan berkualitas, bukan sekadar layanan pengiriman cepat.
“Orang-orang tidak membutuhkan pilihan yang sangat banyak, tetapi mereka membutuhkan pilihan berkualitas yang tepat, yang secara konsisten dikirimkan setiap saat,” ujar Ayyappan dalam sebuah wawancara. Pernyataan ini menegaskan fokus FirstClub pada kualitas dan keandalan sebagai kunci strategi mereka di pasar yang kompetitif.
FirstClub mengklaim bahwa lebih dari 60% basis pelanggannya terdiri dari rumah tangga yang dipimpin oleh perempuan. Berbeda dengan banyak platform quick-commerce di mana penjualan didominasi oleh bahan pokok seperti bawang bombay, tomat, dan kentang, Ayyappan mengungkapkan bahwa beberapa produk terlaris FirstClub justru meliputi alpukat, kesemek, dan apel Modi. Hal ini secara jelas mencerminkan permintaan yang tinggi untuk penawaran bahan makanan premium dan terkurasi dari para konsumen mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor















