Abelardo de la Espriella Resmi Pimpin Kolombia dengan Janji Perang Narkoba

Abelardo de la Espriella telah resmi dilantik sebagai presiden Kolombia, menandai era baru kebijakan konservatif. Janji utamanya adalah memberantas geng narkoba bersenjata dan mengembalikan stabilitas keamanan di negara Andean tersebut.
Mantan pengacara berusia 48 tahun ini menggeser haluan negara ke arah kanan setelah memenangkan pemilihan ketat pada 21 Juni melawan Ivan Cepeda. Ini merupakan jabatan publik pertamanya, setelah mendanai kampanyenya dari keuntungan bisnisnya di berbagai sektor. Ia dikenal sebagai "El Tigre" karena pendekatan kerasnya.
Dalam pidato pelantikannya, De la Espriella menegaskan kembali komitmennya untuk membasmi "narkoterorisme," menyatakan opsi dialog dengan kelompok-kelompok bersenjata telah "sepenuhnya habis." Ia juga bertekad memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat dan bahkan membuka kemungkinan penempatan pasukan AS di tanah Kolombia. Kebijakan ini termasuk rencana membentuk aliansi militer dengan AS dan Israel.
Presiden baru ini berjanji memulihkan "ketertiban, otoritas, dan kebebasan," termasuk gagasan membangun penjara super untuk menampung pemberontak dan pengedar narkoba. Pelantikan uniknya tidak digelar di ibu kota Bogota, melainkan di sebuah universitas di kota Cali. Cali, kota terbesar ketiga Kolombia, strategis dekat koridor perdagangan narkoba dan kerap menjadi saksi kekerasan antar kelompok.
Kemenangan De la Espriella memperkuat tren politik sayap kanan di Amerika Latin, dengan fokus pada penumpasan masalah keamanan. Sejumlah tokoh penting hadir dalam pelantikan, termasuk Raja Felipe VI dari Spanyol, Jaksa Agung AS Todd Blanche, Presiden FIFA Gianni Infantino, serta beberapa presiden Amerika Latin seperti Javier Milei dan Daniel Noboa. Namun, presiden sebelumnya Gustavo Petro absen dan menyerukan protes massal, menuduh adanya kecurangan pemilu tanpa bukti.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor









