RI Dorong Pelindungan Pekerja Migran di Forum ASEAN

Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ketenagakerjaan ASEAN guna menghadapi tantangan digitalisasi global yang semakin cepat. Dalam forum regional tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan dan pelindungan pekerja migran secara menyeluruh.
Langkah strategis ini disampaikan dalam Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan ASEAN ke-29 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja akibat kecerdasan buatan dan teknologi tidak bisa dihadapi sendirian oleh satu negara. Oleh karena itu, Indonesia aktif mengarahkan kolaborasi agar transformasi digital ini membuka peluang baru dan tidak memicu ketimpangan.
Selain fokus pada teknologi masa depan, Indonesia juga menyoroti perlindungan bagi pekerja di sektor rentan, khususnya industri perikanan. Komitmen ini mencakup keselamatan penempatan kerja serta perlindungan keluarga pekerja migran dalam kondisi krisis. Pemerintah optimis kesepakatan ini akan diimplementasikan secara konkret oleh seluruh anggota delegasi.
Baca Juga:
- Kuatkan Rusia, Korea Utara Kirim Puluhan Ribu Pasukan ke Ukraina
- Gempa Dahsyat Guncang Kolombia, Ratusan Tewas & Kerusakan Meluas
- Kantor Baru Diresmikan, PKB Kabupaten Malang Target Menang di Pemilu 2029
Untuk menyukseskan agenda tersebut, Indonesia mempererat kemitraan dengan organisasi internasional seperti ILO dan IOM. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan standar kerja layak serta memperluas akses pelatihan keterampilan bagi angkatan kerja. Yassierli menegaskan bahwa kerja sama ini harus memberikan manfaat nyata agar pekerja memiliki kesempatan hidup yang lebih baik dan tetap terlindungi.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor

















