Cesc Fabregas Bawa Filosofi Arsenal ke Como: Bek Dituntut Rajin Cetak Gol

Klub Italia, Como, menunjukkan taji mereka di Serie A 2026/2027 setelah menundukkan Parma dengan skor 2-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin (14/9). Kemenangan ini memperpanjang catatan impresif anak asuh Cesc Fabregas yang belum tersentuh kekalahan dalam empat laga awal musim ini.
Hasil tersebut membuat Como kini mengoleksi 10 poin di papan atas klasemen sementara. Mereka hanya terpaut tipis dari AS Roma dan Inter Milan yang masih memegang rekor kemenangan sempurna.
Keunikan muncul dalam kemenangan atas Parma karena kedua gol dicetak oleh pemain belakang, yakni Jacobo Ramon dan Kaiki. Fenomena ini bukanlah kebetulan semata, melainkan buah dari strategi khusus yang diterapkan sang pelatih.
Fabregas secara terbuka mengakui bahwa ia mengadopsi pola permainan Arsenal, klub yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain. Ia terkesan dengan ketajaman bek-bek The Gunners yang sering membantu serangan saat menghadapi kebuntuan.
Di sepak bola modern, kemampuan bek untuk mencetak gol menjadi keunggulan strategis yang mematikan. Fabregas ingin membangun identitas tim yang tidak hanya bergantung pada penyerang untuk merobek jala lawan.
Pola ini terlihat efektif pada Arsenal di bawah arahan Mikel Arteta, di mana bek seperti Gabriel Magalhaes dan Riccardo Calafiori kerap menjadi pemecah kebuntuan melalui situasi bola mati. Strategi tersebut kini ia tularkan kepada skuad Como.
Laga kontra Parma sendiri merupakan momen emosional bagi Como. Ini adalah pertandingan kandang pertama mereka setelah harus menjalani tiga laga awal di markas lawan akibat renovasi stadion untuk memenuhi standar UEFA.
Fabregas memuji kedalaman skuadnya dalam laga yang cukup menguras energi tersebut. Ia terpaksa melakukan rotasi karena jadwal padat yang menyusul partisipasi mereka di kompetisi Eropa.
Pelatih berusia 39 tahun ini menyatakan rasa puasnya terhadap performa pemain pengganti yang mampu menjaga ritme permainan. Baginya, kemenangan ini membuktikan bahwa seluruh anggota tim siap memberikan kontribusi maksimal kapan pun dibutuhkan.
Pengamat sepak bola Italia menilai pendekatan Fabregas cukup berani untuk ukuran pelatih muda. Mengubah gaya main tim yang baru promosi menjadi ofensif dengan melibatkan lini pertahanan merupakan tantangan besar dari sisi taktis.
Namun, statistik awal menunjukkan bahwa filosofi tersebut mulai membuahkan hasil positif. Jika konsistensi ini terjaga, Como berpotensi menjadi kuda hitam yang cukup merepotkan tim-tim besar lainnya di Serie A musim ini.
Adaptasi pemain bertahan seperti Kaiki juga menjadi sorotan khusus sang pelatih. Ia yakin bek sayap tersebut akan semakin tajam dalam skema serangan setelah perlahan memahami tuntutan peran barunya di lapangan.
Fabregas menutup keterangan persnya dengan optimistis menatap laga selanjutnya. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar tiga poin tambahan, melainkan validasi terhadap visi permainan yang sedang ia bangun bersama Como.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348571/original/083529900_1789449720-000_C7XZ9WU.jpg)





