Fenomena Langka Serie A dan Serie B: Belum Ada Skor Kacamata di Awal Musim

Sepak bola Italia tengah mencatatkan sejarah unik pada awal musim kompetisi 2026/2027.
Sebanyak 40 pertandingan pembuka di Serie A dan Serie B musim ini belum menghasilkan satu pun skor imbang 0-0. Statistik ini mematahkan stigma lama yang selama ini melekat pada liga Italia sebagai kompetisi dengan gaya permainan bertahan dan cenderung membosankan.
Perubahan wajah liga Italia tidak terjadi tanpa alasan. Pihak penyelenggara kompetisi diketahui menerapkan kebijakan baru terkait kepemimpinan wasit di lapangan.
Wasit kini diinstruksikan untuk membiarkan permainan mengalir lebih lancar dengan meminimalisir penghentian laga yang tidak perlu. Frekuensi pemberian tendangan bebas, kartu peringatan, hingga intervensi teknologi VAR pun berkurang secara signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Langkah ini terbukti efektif dalam memicu produktivitas gol di lapangan hijau.
Dalam 31 pertandingan awal Serie A, tercatat tidak ada penalti yang diberikan, sementara total gol yang tercipta mencapai 121 gol dari 40 pertandingan di kasta tertinggi. Sebagai perbandingan, pekan keempat saja mampu menghasilkan 39 gol dalam 10 pertandingan, seperti kemenangan 3-1 Sassuolo atas Juventus serta pesta gol Inter 5-3 saat menjamu Udinese.
Dinamika ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan liga top Eropa lainnya.
Hingga pekan keempat, Premier League di Inggris telah mencatatkan empat hasil imbang tanpa gol, sedangkan La Liga Spanyol mencatat tiga pertandingan berakhir dengan skor kacamata. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tim-tim di Italia saat ini lebih berani mengambil risiko untuk mengejar kemenangan guna mengamankan tiga poin penuh.
Statistik menunjukkan Serie A baru mencatat enam pertandingan imbang dari total laga yang telah dimainkan.
Angka ini tergolong rendah jika melihat kecenderungan tim untuk terus menekan lawan hingga peluit akhir berbunyi. Pergeseran taktik dari pola tradisional Catenaccio yang sangat defensif kini mulai bergeser ke arah sepak bola yang lebih atraktif dan ofensif.
Catenaccio sendiri merupakan sistem pertahanan gerendel khas Italia yang mengandalkan kedisiplinan bek untuk mengunci pergerakan lawan. Jika tren positif ini terus terjaga, publik sepak bola dunia mungkin akan melihat wajah baru kompetisi Italia yang jauh lebih menghibur.
Kompetisi yang terbuka diprediksi bakal meningkatkan nilai jual dan antusiasme penonton sepanjang musim 2026/2027. Adaptasi terhadap ritme sepak bola Eropa modern tampaknya menjadi kunci kesuksesan Serie A dalam mengubah citra liga yang sempat dianggap kaku dan defensif selama berpuluh tahun.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348571/original/083529900_1789449720-000_C7XZ9WU.jpg)




