Kualitas skuad Arsenal sendiri telah teruji di awal musim Premier League, dengan mereka berhasil meraih hasil-hasil positif. Performa meyakinkan ini menjadi indikasi bahwa tim memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing.
Ketersediaan pemain seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, Leandro Trossard, dan Gabriel Jesus yang bisa beroperasi di posisi sayap atau penyerang sentral, memberikan fleksibilitas taktis bagi Mikel Arteta. Adaptasi posisi para pemain ini memungkinkan pelatih asal Spanyol tersebut untuk melakukan rotasi tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan, meski tanpa rekrutan sayap murni baru.
Sebagai seorang mantan pemain yang lama membela Arsenal, pandangan Keown seringkali mencerminkan pemahaman mendalam tentang filosofi klub dan dinamika ruang ganti. Penilaiannya memberikan perspektif internal yang berharga mengenai mentalitas dan kemampuan tim saat ini.
Keputusan Arsenal untuk tidak terlalu agresif di posisi sayap bisa jadi merupakan strategi untuk memaksimalkan potensi pemain yang sudah ada dan mempercayakan pada pengembangan internal. Namun, ini juga akan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika badai cedera menimpa atau performa beberapa pemain kunci menurun sepanjang musim yang panjang dan melelahkan.
Dengan demikian, kepercayaan diri Keown terhadap skuad Arsenal saat ini menyoroti perdebatan antara kebutuhan akan penambahan eksternal dan keyakinan pada kekuatan internal. Waktu akan membuktikan apakah strategi ini cukup untuk mewujudkan ambisi juara The Gunners.