
John Ternus resmi memulai babak baru sebagai CEO ketiga Apple sejak tahun 1997 per 1 September. Transisi kepemimpinan ini menandai berakhirnya era Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama 15 tahun terakhir.
Sebagai mantan kepala insinyur perangkat keras, Ternus mewarisi tanggung jawab besar untuk menjaga posisi Apple di puncak industri teknologi global. Beban ini menjadi lebih nyata mengingat nilai saham perusahaan telah melonjak lebih dari 2.000 persen selama era kepemimpinan Cook sebelumnya.
Ujian nyata bagi Ternus akan terlihat pada strategi pengembangan kecerdasan buatan atau AI di masa depan. Apple saat ini menghadapi kritik tajam karena dianggap tertinggal dari para pesaingnya dalam adopsi teknologi yang sedang menjadi tren dunia tersebut.
Debut publik Ternus sebagai pemimpin utama dijadwalkan berlangsung dalam acara peluncuran produk musim gugur pada 9 September. Pengamat industri memperkirakan ia akan memperkenalkan ponsel pintar lipat pertama serta pembaruan pada asisten virtual Siri yang kini didukung teknologi AI.
Francisco Jeronimo dari lembaga riset IDC menyatakan bahwa arah kebijakan baru di bawah kendali Ternus mungkin baru terlihat jelas pada tahun 2027. Saat ini, Apple masih menjalankan agenda produk yang telah disusun sejak masa jabatan Tim Cook.
Banyak pihak menanti sejauh mana Ternus memprioritaskan AI dalam pidatonya mendatang. Revolusi kecerdasan buatan dipandang sebagai teknologi paling krusial yang akan menentukan nasib perusahaan teknologi besar di masa mendatang.
Tantangan utama yang harus dihadapi adalah ketergantungan Apple pada pihak luar dalam infrastruktur AI. Selama ini, Apple terbiasa mengendalikan seluruh rantai pasok perangkat keras dan perangkat lunak secara mandiri.
Kondisi ini memicu ketergantungan pada entitas lain seperti kemitraan dengan OpenAI dan Google untuk model Gemini. Apple bahkan sempat terlibat perselisihan hukum dengan OpenAI terkait tuduhan pencurian rahasia dagang perusahaan.
Risiko besar bagi Apple adalah kehilangan relevansi di pasar global jika perusahaan rintisan AI berhasil memimpin inovasi layanan dan perangkat. Jika inovasi dari pihak luar mampu mengubah cara pengguna berinteraksi dengan teknologi, posisi Apple sebagai pemimpin pasar bisa terancam.
Latar belakang Ternus sebagai insinyur yang berperan besar dalam proyek Apple Watch dan AirPods menjadi modal utama. Ia juga menjadi tokoh kunci dalam inisiatif Apple untuk merancang cip internal, sebuah langkah kemandirian yang ingin ia terapkan pula dalam pengembangan AI.
Apple masih memiliki keunggulan kompetitif berupa basis pengguna yang masif serta budaya inovasi yang telah bertahan selama puluhan tahun. Keberhasilan integrasi teknologi AI di bawah komando Ternus akan menjadi penentu apakah Apple tetap menjadi pemimpin atau justru terjebak dalam persaingan yang berat.
Banyak pengamat menilai Ternus diharapkan mampu memadukan dua karakter pendahulunya. Ia perlu meniru ketajaman inovasi Steve Jobs sekaligus efisiensi eksekusi yang selama ini menjadi keunggulan Tim Cook.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
