
Cristian Romero baru saja memberikan kesaksian mendalam mengenai sosok Lionel Messi di dalam ruang ganti Timnas Argentina. Bek tangguh ini menilai bahwa kerendahan hati sang kapten adalah kualitas langka yang jarang ditemukan pada pemain dengan status bintang besar.
Lionel Messi dijadwalkan melakoni laga perpisahan emosional bersama Albiceleste di Estadio Monumental pada 6 Oktober 2026. Pertandingan melawan Benin tersebut menjadi penutup bagi karier internasional pemain berjuluk La Pulga yang telah meraih berbagai gelar bergengsi di dunia sepak bola.
Bagi Romero, kepemimpinan Messi bukan sekadar tentang performa di atas lapangan hijau. Ia merasa terhormat karena pernah dipilih langsung oleh sang legenda untuk memegang tanggung jawab sebagai kapten tim nasional.
Romero menceritakan momen berkesan saat suporter memberikan apresiasi tinggi kepada Messi usai mengalahkan Inggris. Saat itu, Messi justru menunjuk ke arah rekan-rekan setimnya untuk berbagi sorotan daripada menikmati pujian itu sendirian.
Sikap tersebut dinilai Romero sebagai bukti nyata bahwa Messi tidak pernah menganggap dirinya lebih tinggi dari pemain lain. Perilaku ini membangun ikatan batin yang sangat kuat di antara para pemain Argentina yang kini merasa kehilangan di setiap jeda internasional.
Komentar Romero kemudian memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola karena dianggap menyentil Cristiano Ronaldo. Situasi internal Timnas Portugal saat ini memang sedang tidak menentu setelah Ronaldo dilaporkan meninggalkan pemusatan latihan akibat permasalahan peran di bawah asuhan pelatih Jorge Jesus.
Beberapa media internasional mencatat bahwa Ronaldo sempat terlibat dalam kontroversi media sosial dengan menyukai unggahan yang membandingkan perlakuan pemain Portugal kepadanya dengan loyalitas pemain Argentina terhadap Messi. Walaupun Romero tidak menyebut nama secara eksplisit, banyak pihak melihat pernyataan ini sebagai perbandingan kualitas kepemimpinan antara dua sosok terbesar di era sepak bola modern.
Kontras antara kerendahan hati Messi dan dinamika ego di kubu Portugal menjadi narasi panas di tengah turnamen internasional yang sedang berlangsung. Spekulasi mengenai masa depan Ronaldo yang kini menginjak usia 41 tahun pun makin menguat setelah ia jarang mendapatkan menit bermain utama sebagai starter.
Kepergian Messi nantinya dipastikan akan menyisakan ruang kosong yang besar dalam kultur tim Argentina. Romero dan kawan-kawan kini hanya bisa menatap laga perpisahan tersebut dengan rasa hormat tinggi terhadap dedikasi seorang kapten yang dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor