Ciri Akun WhatsApp Disadap dan Panduan Pemulihan Keamanan Akun Pengguna

Pengguna aplikasi perpesanan WhatsApp di Indonesia perlu mewaspadai risiko penyadapan akun yang dapat membahayakan data pribadi hingga aset finansial.
Penyadapan sering kali dilakukan peretas melalui pemanfaatan fitur WhatsApp Web, pemasangan aplikasi pihak ketiga, hingga penyebaran malware ke perangkat target. Kondisi ini menuntut kesadaran pengguna agar lebih teliti dalam memantau aktivitas akun mereka sehari-hari.
Beberapa tanda utama penyadapan meliputi munculnya notifikasi kode OTP secara tiba-tiba, sesi WhatsApp yang keluar secara otomatis, hingga adanya pesan atau panggilan telepon yang tidak pernah dilakukan pemilik akun. Selain itu, jika ditemukan status WhatsApp asing atau pesan yang terbaca padahal pengguna tidak membukanya, hal tersebut merupakan indikasi kuat bahwa akun tengah dikendalikan oleh pihak lain.
Pakar keamanan siber menyarankan langkah mitigasi dini dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah atau two-step verification pada menu pengaturan akun. Langkah ini akan memberikan lapisan keamanan tambahan berupa kode PIN pribadi yang tidak diketahui oleh pelaku kejahatan.
Apabila akun terlanjur diretas, pengguna dapat menonaktifkan akun melalui layanan dukungan pelanggan dengan mengirimkan pesan elektronik ke alamat support@whatsapp.com. Subjek email yang disarankan adalah Lost/stolen: please deactivate my account agar sistem dapat segera memproses pemblokiran akses pelaku.
Pengguna memiliki durasi waktu hingga 30 hari untuk memulihkan akun mereka sebelum data dihapus secara permanen dari server WhatsApp. Proses pemulihan dapat dilakukan dengan menginstal ulang aplikasi menggunakan nomor telepon yang sama untuk mendapatkan kode OTP verifikasi.
Peningkatan privasi perangkat juga bisa dilakukan dengan mengaktifkan kunci layar berbasis biometrik seperti sidik jari yang tersedia pada sistem operasi Android. Langkah preventif lainnya adalah melakukan pengecekan berkala terhadap daftar perangkat yang terhubung melalui fitur WhatsApp Web di menu pengaturan.
Menghapus perangkat yang tidak dikenali dalam daftar tersebut akan langsung memutuskan koneksi penyusup dari akun pengguna. Kewaspadaan terhadap pesan masuk yang mencurigakan dan menjaga kerahasiaan kode OTP tetap menjadi pertahanan utama di tengah meningkatnya modus kejahatan siber berbasis perpesanan instan.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)














