NHTSA Usulkan Lampu Biru Kehijauan untuk Identifikasi Kendaraan Otonom

Regulator keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), tengah menggodok aturan baru mengenai penggunaan lampu khusus pada kendaraan otonom. Langkah ini bertujuan memberikan sinyal visual yang seragam kepada publik saat sebuah mobil beroperasi tanpa pengemudi manusia di belakang kemudi.
Badan tersebut mengusulkan penggunaan warna cyan, atau biru kehijauan, sebagai penanda utama kendaraan otonom. Warna ini rencananya akan dipasang agar terlihat jelas dari sisi depan, belakang, maupun samping kendaraan.
Pemasangan lampu ini dirancang agar menyala secara terus-menerus dan tidak berkedip. Aturan ini merupakan bagian dari upaya NHTSA memperbarui standar keselamatan federal agar relevan dengan perkembangan teknologi otomotif terkini.
Jonathan Morrison, administrator di NHTSA, menyebut bahwa pembaruan ini sangat diperlukan guna mempercepat adopsi kendaraan otonom tanpa mengabaikan aspek keamanan. Standar keselamatan yang ada saat ini memang belum mengakomodasi desain kendaraan masa depan, seperti mobil tanpa setir atau pedal gas.
Beberapa produsen otomotif, termasuk General Motors (GM), mulai merombak total arsitektur kelistrikan dan perangkat lunak kendaraan mereka. GM bahkan berencana meluncurkan fitur kemudi otomatis di jalan raya pada 2028 yang memungkinkan pengemudi melepas kendali penuh dari jalanan.
Di sektor lain, perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan atau AI terus menjadi target akuisisi para pemain besar industri transportasi. Rivian, misalnya, baru saja mengakuisisi Third Dimension, sebuah perusahaan asal Inggris yang ahli dalam memetakan data dunia fisik menjadi lingkungan virtual tiga dimensi.
Langkah Rivian bertujuan menutup celah data antara simulasi virtual dan kondisi jalan raya yang sebenarnya. Teknologi simulasi ini menjadi instrumen vital bagi pengembang kendaraan otonom untuk melatih sistem navigasi mereka dengan risiko minimal.
Sementara itu, perkembangan robotaksi juga terus meluas ke berbagai belahan dunia. Perusahaan inDrive kini menjajaki kerja sama dengan Pony.ai dan Nvidia untuk melakukan uji coba layanan robotaksi di Kazakhstan pada 2027 mendatang.
Reliable Robotics, startup yang fokus pada teknologi penerbangan otonom, juga mencatatkan pencapaian signifikan dengan meraih pendanaan seri D senilai USD 115 juta (sekitar Rp1,8 triliun). Suntikan modal ini membuat valuasi perusahaan rintisan tersebut kini melampaui angka USD 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun).
Di sisi lain, Google terus memperkaya ekosistem cerdas dalam kendaraan dengan fitur Gemini. Fitur ini mampu mengakses data pribadi pengguna dari berbagai layanan seperti Gmail dan Google Calendar untuk memahami preferensi berkendara secara personal.
Seluruh perkembangan ini menunjukkan bahwa industri transportasi sedang bertransformasi secara masif menuju era otomatisasi penuh. Meski tantangan regulasi masih membayangi, integrasi AI dan sistem otonom tampak semakin sulit dibendung.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










