
Dunia teknologi saat ini dibanjiri oleh gelombang perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dirancang untuk menyatu dengan aktivitas sehari-hari manusia. Berbagai gawai inovatif mulai dari kalung, cincin, hingga gelang pintar kini hadir sebagai asisten pribadi yang siap membantu produktivitas maupun sekadar menjadi pendamping setia.
Salah satu perangkat yang menarik perhatian adalah Bee, sebuah liontin seharga USD 49,99 atau sekitar Rp785.000 yang kini berada di bawah naungan Amazon. Perangkat ini mampu merekam suara dan mempelajari rutinitas pengguna untuk menyusun jadwal harian, lengkap dengan fitur privasi berupa tombol bisu.
Tidak hanya Bee, pasar ini juga diramaikan oleh Friend yang dipasarkan sebagai pendamping emosional seharga USD 129 (sekitar Rp2 juta). Alat ini secara konstan mendengarkan percakapan pengguna untuk memberikan dukungan moral, meskipun sempat menuai kritik terkait isu privasi dan kampanye iklan di stasiun kereta bawah tanah New York.
Sementara itu, bagi kalangan profesional seperti jurnalis atau praktisi hukum, perangkat seperti Limitless dan Plaud NotePin menjadi pilihan utama. Limitless, yang sebelumnya dikenal dengan nama Rewind, mampu mentranskripsikan rapat secara akurat menjadi catatan yang dapat dicari kembali kapan saja.
Plaud NotePin sendiri dibanderol dengan harga lebih premium, yakni USD 159 atau setara Rp2,5 juta. Alat rekam suara mungil ini menawarkan efisiensi tinggi dengan integrasi aplikasi yang dapat mengonversi suara menjadi teks secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu lagi mencatat secara manual saat sedang mengikuti kuliah atau diskusi penting.
Sektor kesehatan dan pengembangan diri juga mulai dilirik oleh startup seperti Nirva yang menawarkan gelang seharga USD 249 (sekitar Rp3,9 juta). Berbeda dengan perangkat produktivitas, Nirva fokus pada analisis pola komunikasi dan emosi pengguna agar mereka dapat memahami kebiasaan diri sendiri dengan lebih baik.
Inovasi di sektor ini terus berkembang pesat seiring dengan hadirnya Muse Charm dari Meta yang menggunakan avatar digital bernama Jolly. Gawai berukuran saku ini memungkinkan pengguna berinteraksi langsung melalui perintah suara guna menyelesaikan berbagai tugas harian dengan lebih personal.
Pemain lain seperti Omi menawarkan fleksibilitas pemakaian, mulai dari kalung hingga ditempel di sisi kepala menggunakan perekat medis. Dengan dukungan ChatGPT, Omi mampu memberikan saran yang relevan berdasarkan konteks percakapan yang terekam sepanjang hari oleh perangkat tersebut.
Selain itu, terdapat Rabbit R1 yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar teknologi berkat desain retro dan kemampuannya memesan tiket perjalanan atau makanan. Meskipun sempat mengalami tantangan teknis pada masa peluncuran, pembaruan perangkat lunak terbaru telah meningkatkan kapabilitasnya secara signifikan.
Bagi mereka yang menyukai aksesoris minimalis, cincin pintar Stream dari Sandbar hadir sebagai solusi catatan suara yang elegan. Produk seharga USD 299 (sekitar Rp4,7 juta) ini mengedepankan privasi dengan mikrofon yang mati secara default dan hanya aktif saat pengguna menyentuh permukaannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor