Pangsa Pasar Apple di China Meningkat Saat Industri Smartphone Terpuruk

Dominasi Apple dalam industri ponsel pintar di pasar China justru mengalami penguatan di tengah kelesuan pasar yang drastis pada kuartal ketiga tahun 2026.
Data terbaru dari International Data Corporation atau IDC menunjukkan bahwa pengiriman smartphone secara keseluruhan di China anjlok sebesar 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski angka pengiriman global menurun, pangsa pasar Apple justru mencatatkan kenaikan yang signifikan.
Berdasarkan laporan tersebut, Apple berhasil menguasai 17,8 persen pangsa pasar di China selama kuartal ketiga 2026. Angka ini mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yakni sebesar 15,8 persen.
Peningkatan pangsa pasar ini terjadi meskipun perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut sempat mencatat penurunan pengiriman iPhone sebesar 4,3 persen secara tahunan. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pengiriman produk Apple bahkan terkoreksi hingga 15,1 persen.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar di mana penurunan yang dialami Apple relatif lebih kecil dibandingkan dengan para kompetitornya. Situasi inilah yang kemudian secara matematis meningkatkan porsi pangsa pasar Apple di tengah kontraksi industri yang cukup dalam.
Sementara itu, Huawei muncul sebagai pemenang mutlak dalam periode tersebut dengan lonjakan pengiriman sebesar 17,3 persen secara tahunan. Berkat performa tersebut, Huawei kini menguasai 21,1 persen pangsa pasar, naik drastis dari angka 15,2 persen pada kuartal ketiga 2025.
Di sisi lain, merek seperti Lenovo mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,1 persen. Lenovo, Honor, dan Samsung menjadi segelintir perusahaan yang berhasil membukukan pertumbuhan pengiriman pada basis perbandingan antar-kuartal.
Samsung mencatatkan lonjakan paling impresif sebesar 106,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sebaliknya, produsen ponsel Wiko mengalami nasib kurang beruntung dengan penurunan tajam pengiriman sebesar 74 persen.
IDC mengaitkan fenomena penurunan pasar ini dengan kenaikan biaya komponen yang terus menekan harga ritel perangkat di tingkat konsumen. Tingginya harga jual membuat siklus penggantian ponsel menjadi lebih panjang karena masyarakat cenderung menahan pengeluaran untuk barang elektronik.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











