Superhuman Akuisisi Startup Pendeteksi AI GPTZero untuk Perkuat Platform

Startup pendeteksi kecerdasan buatan GPTZero resmi diakuisisi oleh perusahaan teknologi Superhuman.
Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa waktu setempat, meski nilai transaksi dari akuisisi tersebut tidak diungkapkan kepada publik.
GPTZero sendiri merupakan perusahaan yang bermula dari proyek tesis Edward Tian, seorang lulusan Princeton, tiga tahun silam. Platform ini dirancang untuk mendeteksi serta memberikan perlindungan terhadap konten yang dihasilkan oleh AI.
Perusahaan tersebut telah mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan memiliki lebih dari 19 juta pengguna terdaftar. Pendapatan berulang tahunan atau Annual Recurring Revenue (ARR) mereka bahkan mencapai USD 30 juta atau setara dengan Rp471 miliar.
Sebelum diakuisisi, GPTZero sempat mencatatkan posisi keuangan yang menguntungkan pada 2024. Perusahaan rintisan ini tercatat hanya menghimpun dana sebesar USD 13,5 juta atau sekitar Rp212 miliar dari para investor sejak berdiri.
Superhuman menyatakan bahwa langkah penggabungan ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan deteksi mereka. Sebelumnya, Superhuman sudah memiliki alat pendeteksi AI internal yang dikembangkan untuk membantu pengguna, terutama pelajar, dalam memverifikasi keaslian tulisan mereka.
Akuisisi ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menggabungkan dua sistem deteksi demi meningkatkan akurasi. Superhuman sendiri merupakan entitas baru yang terbentuk setelah perusahaan Grammarly mengakuisisi penyedia layanan email Superhuman dan melakukan proses penggantian nama merek.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor







