British Museum Perpanjang Jam Kunjungan Pameran Permadani Bayeux yang Ikonik

British Museum memutuskan untuk menambah durasi jam operasional demi mengakomodasi lonjakan pengunjung yang ingin melihat langsung Permadani Bayeux.
Keputusan ini diambil setelah pengelola museum menghadapi kesulitan dalam membagi slot waktu bagi pemegang tiket yang jumlahnya melampaui kapasitas ruang pameran. Tingginya minat publik membuat antrean menjadi sangat panjang setiap harinya.
Permadani Bayeux sendiri merupakan kain sulam kuno dari abad ke-11 yang menceritakan peristiwa Penaklukan Normandia atas Inggris pada tahun 1066. Artefak ini memiliki panjang sekitar 70 meter dan biasanya tersimpan di Museum Bayeux di Prancis sebelum dipinjamkan ke luar negeri.
Pengelola museum kini menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan antusiasme pengunjung dengan protokol konservasi yang ketat. Artefak bersejarah seperti ini sangat sensitif terhadap paparan cahaya berlebih, suhu ruangan yang tidak stabil, serta kelembapan udara yang dapat merusak kualitas serat kain secara permanen.
Oleh sebab itu, pembatasan jumlah pengunjung di dalam galeri merupakan langkah perlindungan mendasar. Setiap kenaikan durasi operasional harus dibarengi dengan pengaturan sirkulasi udara yang mumpuni agar material bersejarah tersebut tetap terjaga integritasnya untuk generasi mendatang.
Manajemen museum menjelaskan bahwa langkah penyesuaian jadwal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih inklusif bagi masyarakat. Banyak calon pengunjung dari berbagai negara telah memesan tiket berbulan-bulan sebelumnya agar tidak ketinggalan momen sejarah ini.
Permintaan akan tiket pameran ini tercatat mencapai titik tertinggi dalam beberapa dekade terakhir untuk kategori koleksi sejarah abad pertengahan. Pihak museum kini bekerja ekstra keras untuk memastikan tidak ada pengunjung yang kehilangan hak mereka meski ruang gerak di galeri terbatas.
Upaya pelestarian kain sulam tersebut memerlukan pengawasan ahli yang rutin memantau kondisi fisik tekstil setiap hari. Konservator biasanya memeriksa setiap inci kain untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau pelapukan akibat faktor eksternal selama dipamerkan.
Sebagai informasi tambahan, Permadani Bayeux diakui oleh UNESCO dalam daftar Memory of the World karena nilai dokumentasinya yang tak ternilai bagi sejarah Eropa. Narasi visual yang dituangkan dalam sulaman ini menjadi sumber informasi utama bagi para sejarawan mengenai busana, persenjataan, dan tata cara perang pada zaman tersebut.
Perpanjangan jam operasional ini diharapkan dapat mengurangi tekanan kepadatan pengunjung sekaligus memberikan ruang napas bagi staf keamanan museum. Keamanan artefak tetap menjadi prioritas mutlak di atas segala kepentingan komersial museum.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah perpanjangan waktu kunjungan akan berlangsung hingga seluruh rangkaian pameran berakhir. Pihak British Museum terus memantau dinamika antrean dan ketersediaan slot tiket secara berkala setiap pekan.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













