Drone Ukraina Paksa Bandara Moskow Tutup, Pesawat Putin Berputar

Bandara-bandara utama di Moskow terpaksa ditutup sementara pada hari Jumat, memaksa pesawat pemerintah yang membawa Presiden Vladimir Putin dan para ajudannya untuk berputar di udara atau dialihkan ke kota lain. Insiden ini terjadi saat rombongan kepresidenan Rusia kembali dari kunjungan di Turkmenistan.
Kabar mengenai penutupan bandara dan pengalihan penerbangan ini muncul menyusul laporan adanya aktivitas drone di wilayah ibu kota Rusia. Meskipun otoritas belum merinci penyebab pasti penutupan, dugaan kuat mengarah pada serangan atau ancaman dari drone Ukraina yang semakin kerap dilaporkan mendekati wilayah Rusia.
Pesawat kepresidenan Rusia, yang diduga mengangkut orang nomor satu di Kremlin, dilaporkan harus mengitari langit Moskow selama beberapa waktu. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran keamanan, terutama bagi pemimpin negara yang tengah menghadapi konflik berkepanjangan dengan Ukraina.
Keterlambatan kedatangan Putin di Moskow menjadi sorotan, mengingat rutinitasnya yang biasanya padat dan sigap. Pengalihan pendaratan ke bandara lain juga mengindikasikan adanya situasi genting yang tidak memungkinkan pesawat untuk mendarat di tujuan semula.
Kejadian ini menambah daftar panjang serangan drone yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Ukraina sendiri belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas operasi drone di dekat Moskow, namun pihak berwenang Rusia secara konsisten menuding Kyiv sebagai dalang di balik setiap serangan yang terjadi.
Penutupan bandara ini, meskipun bersifat sementara, memberikan gambaran mengenai kerentanan ibu kota Rusia terhadap serangan udara. Hal ini juga menunjukkan bahwa jangkauan operasi drone Ukraina semakin meluas, menimbulkan tantangan baru bagi sistem pertahanan udara Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan sedang melakukan investigasi mendalam terhadap insiden ini. Tindakan cepat dalam menanggapi ancaman udara menjadi prioritas utama untuk memastikan keamanan para pejabat tinggi negara dan stabilitas ibu kota.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor
















