Harga Minyak Global Menguat di Tengah Gejolak Lebanon dan Ketidakpastian Selat Hormuz
![Tankers and cargo vessels are seen in the Gulf of Oman, along shipping routes linking the Strait of Hormuz and the Arabian Sea, on June 16, 2026 [AP]](https://cdn.beritana.com/media/2026/08/harga-minyak-global-menguat-di-tengah-gejolak-lebanon-dan-ketidakpastian-selat-h_featured.webp)
Harga minyak dunia kembali menunjukkan penguatan signifikan, salah satunya dipicu gejolak di Lebanon yang mengancam kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini juga menambah ketidakpastian seputar lalu lintas pengiriman energi melalui Selat Hormuz yang krusial.
Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 0,65 persen pada Jumat (XX/XX), membalikkan penurunan sebelumnya yang sempat mencapai 0,9 persen. Kenaikan ini terjadi setelah para pelaku pasar terus menimbang dampak praktis dari nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, yang bertujuan mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada USD 80,37 per barel pada pukul 06.30 GMT. Angka ini membawa patokan harga tersebut kembali menembus ambang USD 80 untuk pertama kalinya sejak Rabu, setelah sebelumnya sempat turun karena peningkatan jumlah kapal komersial yang mengangkut pasokan energi melalui selat tersebut.
Kenaikan harga minyak ini tak lepas dari serangkaian serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon, menewaskan 16 orang dan mengancam perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Bentrokan antara pasukan Israel dan Hizbullah di selatan Israel pada Jumat dilaporkan telah menewaskan empat tentara Israel, menurut media-media di negara itu.
Pertemuan yang direncanakan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Swiss telah dibatalkan, kabarnya karena serangan tersebut. Namun, Selat Hormuz masih tampak terbuka untuk pelayaran.
Di pasar saham, bursa di Jepang dan Korea Selatan juga mengalami sesi perdagangan yang bergejolak.
Indeks Kospi Seoul melonjak lebih dari 2,5 persen, mencapai rekor tertinggi sesaat setelah pembukaan pasar, kemudian turun 1,8 persen sebelum memantul kembali dan berakhir dengan kenaikan 0,8 persen.
Sementara itu, Nikkei 225 Tokyo yang sempat naik sekitar 0,6 persen sesaat setelah pembukaan pasar, berakhir di zona merah 0,08 persen. Bursa saham di Shanghai, Hong Kong, dan Taipei ditutup untuk hari itu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor
















