Jerman Tuduh Rusia Dibalik Upaya Serangan Drone di Bandara Leipzig

Pemerintah Jerman secara resmi menyatakan Rusia bertanggung jawab atas upaya serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone di Bandara Leipzig/Halle pada awal Agustus lalu. Insiden ini dipandang sebagai bagian dari operasi hibrida yang menargetkan infrastruktur logistik negara tersebut.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menegaskan bahwa temuan investigasi kepolisian dan intelijen mengarah kuat pada keterlibatan aktor Rusia. Drone yang ditemukan di area keamanan bandara diketahui membawa bahan peledak serta mekanisme pemicu yang serupa dengan operasional militer Rusia di Ukraina.
Perangkat berbahaya tersebut ditemukan di antara pesawat kargo milik Ukraina yang sedang beroperasi di bandara itu. Pihak berwenang meyakini bahwa sebuah drone lainnya sempat menabrak pesawat pengangkut logistik DHL di lokasi yang berdekatan.
Selain ancaman di Leipzig, laporan media lokal menyebutkan adanya temuan drone ketiga yang juga bermuatan bahan peledak di area bandara yang sama. Jaksa federal Jerman kini mengategorikan peristiwa ini sebagai serangan serius terhadap infrastruktur transportasi dan logistik negara.
Dobrindt menyatakan bahwa Jerman tidak sedang dalam kondisi perang secara terbuka, namun negaranya menghadapi tantangan serangan hibrida setiap hari. Oleh karena itu, Berlin merespons insiden tersebut dengan tindakan tegas dan terukur.
Sebagai bentuk sanksi diplomatik, pemerintah Jerman akan menutup konsulat Rusia di kota Bonn mulai 18 September mendatang. Berlin juga memutuskan untuk mengakhiri kontrak operasional Russian House, sebuah pusat kebudayaan Rusia yang berlokasi di ibu kota Jerman.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











