Pemerintah Kongo sendiri telah memulai program vaksinasi yang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di garis depan. Menteri Kesehatan Samuel Roger Kamba mengungkapkan bahwa lebih dari 50.000 dosis vaksin telah tiba untuk digunakan di sekitar wilayah Ituri demi membendung transmisi virus.
Kendati demikian, tantangan keamanan di lapangan terus menghambat operasional petugas. Beberapa tim respon Ebola melaporkan adanya serangan saat mereka menjalankan tugas, termasuk ketika proses penanganan jenazah pasien yang meninggal akibat virus tersebut.
Di sisi lain, dampak ekonomi akibat wabah ini mulai terasa nyata bagi masyarakat, terutama dengan terganggunya sektor pendidikan. Banyak orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak mereka karena pendapatan keluarga yang merosot tajam.
Pemerintah sempat mengusulkan metode belajar jarak jauh melalui radio, namun rencana tersebut menuai kritik. Banyak guru dan siswa meragukan efektivitas pembelajaran berbasis radio mengingat kurangnya infrastruktur pendukung, seperti perangkat penerima sinyal dan keterbatasan akses listrik di banyak daerah.
Di tengah berbagai kesulitan tersebut, secercah harapan muncul dari angka kesembuhan. Hingga kini, lebih dari 1.360 orang telah berhasil pulih dari infeksi Ebola, memberikan optimisme bagi warga bahwa wabah ini masih bisa diputus rantai penyebarannya melalui kolaborasi keamanan yang lebih kuat dan ketersediaan vaksin yang memadai.