Seniman Pembangkang Rusia Semyon Skrepezki Tewas Ditembak di Polandia

Semyon Skrepezki, seorang seniman pembangkang Rusia yang dikenal karena karikaturnya yang tajam terhadap Presiden Vladimir Putin, tewas ditembak di Polandia. Tersangka pembunuh Skrepezki kini telah ditangkap oleh pihak berwenang.
Kantor kejaksaan Lublin melaporkan, Skrepezki ditembak mati di dekat apartemennya di Biala Podlaska pada 15 Juni sekitar pukul 09.50 pagi waktu setempat. Tiga dari lima tembakan dilepaskan setelah Skrepezki sudah tergeletak di tanah, menyebabkan ia meninggal di lokasi kejadian.
Pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap tiga hari kemudian. Petugas menemukan lima selongsong peluru dan satu peluru Luger sembilan milimeter di lokasi kejahatan.
Jenis amunisi ini sama dengan yang digunakan dalam pembunuhan komandan lapangan Chechnya, Zelimkhan Khangoshvili, di Berlin pada 2019. Maxim Kusminov, seorang pilot helikopter Rusia yang membelot ke Ukraina, juga ditembak mati dengan senjata kaliber serupa pada 2024, demikian laporan outlet berita independen Rusia Agentstwo.
Menurut pernyataan yang diunggah Perdana Menteri Polandia Donald Tusk di X pada 18 Juni, tersangka pembunuh Skrepezki ditangkap di dekat ibu kota Polandia, Warsawa. Tersangka menggunakan paspor Georgia, terang Tusk dan kantor kejaksaan Polandia.
Pihak berwenang Polandia kini berupaya mengidentifikasi dalang di balik pembunuhan Skrepezki. Tusk menegaskan, jika pembunuhan ini terbukti didalangi Rusia, kejadian ini akan menjadi insiden internasional yang sangat serius, setara dengan “terorisme negara”.
Media-media Polandia menggambarkan Skrepezki sebagai kritikus vokal Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka berspekulasi bahwa pembunuhannya mungkin merupakan pembunuhan berencana. “Ini terlihat seperti eksekusi,” kata seorang pejabat yang akrab dengan kasus tersebut kepada portal berita Polandia Onet.
Vlad Bokhan, seniman pertunjukan Belarusia yang berkomunikasi dengan Skrepezki tak lama sebelum kematiannya, juga yakin pembunuhan itu bermotif politik. Bokhan mengatakan kepada DW, pembunuhan ini kemungkinan memiliki dua tujuan: “melenyapkan seseorang dan mengintimidasi.”
Skrepezki, yang lahir di Rusia pada 1981 dengan nama Robert Kuzovkov, tinggal di wilayah Altai Siberia hingga 2021. Ia kemudian melarikan diri ke Polandia karena takut akan penganiayaan politik dan mendapatkan status perlindungan.
Ia paling dikenal karena kartun politiknya, termasuk penggambaran Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, politikus oposisi Rusia Alexei Navalny, dan pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko. Skrepezki juga sering mengorganisir protes di berbagai kota di Eropa.
Beberapa jam sebelum kematiannya, Skrepezki mengunggah tangkapan layar ancaman yang ia terima di kanal Telegram-nya, menyusul protes terakhirnya di depan kedutaan Rusia di Berlin pada 12 Juni. Dalam protes tersebut, Skrepezki memegang salah satu karikaturnya yang menggambarkan diktator Soviet Joseph Stalin sedang menggendong Presiden Rusia Putin, yang digambarkan sebagai balita.
“Saya pikir setelah insiden Berlin itu, seseorang memberi perintah untuk melenyapkannya,” kata Andrej, seorang aktivis diaspora Belarusia di Biala Podlaska, kepada DW. Andrej tidak ingin mengungkapkan nama aslinya demi alasan keamanan.
Andrej bertemu Skrepezki pada 2021, ketika seniman itu berulang kali bergabung dalam protes anti-perang yang diorganisir oleh warga Belarusia dan Ukraina di Biala Podlaska. Skrepezki terlihat “sedikit takut” saat Andrej terakhir bertemu dengannya.
Andrej menambahkan, Skrepezki memiliki lima anak dan istrinya sedang hamil anak keenam. Menurutnya, Skrepezki memilih Biala Podlaska yang tenang dan aman sebagai tempat tinggal karena lebih mudah bagi keluarga besar untuk hidup di kota kecil tersebut.
Bokhan juga mengungkapkan bahwa Skrepezki terus-menerus menerima ancaman dari berbagai sumber. Skrepezki juga kritis terhadap otoritas Ukraina, menyebabkan informasi pribadinya, termasuk alamat dan nama pengguna media sosialnya, dipublikasikan di database kontroversial Ukraina bernama Myrotworez.
Myrotworez (yang berarti “pembuat perdamaian” dalam bahasa Inggris) adalah platform internet yang mencantumkan individu-individu yang dianggap “menimbulkan ancaman terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.”
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor








![Ayyoub Bouaddi was the star player for Morocco in their first World Cup 2026 match against Brazil on Saturday [Caean Couto/Reuters]](https://res.cloudinary.com/beritana/image/upload/f_webp,q_auto/v1781859829/media/2026/06/emhnd5qpm6xuqme8gfgn.webp)