Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 17 Orang

Serangan udara yang dilancarkan militer Israel di wilayah selatan Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 17 orang pada Rabu waktu setempat. Kantor berita resmi Lebanon, NNA, menyatakan bahwa eskalasi serangan terjadi melalui kombinasi gempuran jet tempur dan drone di sejumlah titik permukiman.
Sembilan korban jiwa di antaranya jatuh akibat empat kali serangan di kota Tayr Debba, kawasan timur kota pelabuhan Tyre. Sementara itu, tiga orang lainnya tewas dalam serangan di desa Deir Qanoun el-Nahr dan dua orang meregang nyawa di Seddiqin.
Sebuah insiden terpisah terjadi di pusat kota Sidon, kota pesisir yang berada di antara Tyre dan Beirut. Saksi mata melaporkan sebuah mobil terbakar setelah menjadi sasaran serangan drone, yang kemudian menewaskan dua orang di dalamnya.
Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan terbaru pada Rabu tersebut. Mereka sebelumnya hanya mengonfirmasi telah menyasar enam infrastruktur milik kelompok bersenjata Hizbullah di Tyre serta sejumlah peluncur roket di wilayah selatan Lebanon.
Di sisi lain, Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker Turk, mengumumkan pengerahan tim investigasi ke Lebanon. Langkah ini diambil atas permintaan pemerintah Lebanon untuk meneliti dugaan pelanggaran hak asasi oleh berbagai pihak sejak Maret lalu.
Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total 3.696 orang tewas sejak konflik dimulai. PBB menyebut hampir satu juta warga Lebanon telah kehilangan tempat tinggal dan sekitar 1,4 juta orang lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor











