Serangan Pakistan Tewaskan Puluhan Orang di Afghanistan, Situasi Perbatasan Memanas

Pakistan melancarkan serangan udara dan mengerahkan pasukan darat ke provinsi-provinsi Afghanistan di sepanjang perbatasan pada Minggu, menewaskan puluhan orang. Pemerintah Taliban Afghanistan mengklaim setidaknya 36 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan ini. Lebih dari 160 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Pemerintah Taliban Afghanistan mengecam keras tindakan ini sebagai "tindakan pengecut" serta "kejahatan dan kekejaman." Kecaman tersebut menambah daftar panjang tudingan Kabul terhadap Islamabad.
Sebaliknya, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyatakan 29 militan tewas dalam serangan yang menargetkan persembunyian mereka. Ia menambahkan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap "serangan teroris baru-baru ini terhadap orang-orang tak bersalah."
Pakistan telah lama menuduh Afghanistan melindungi kelompok-kelompok teroris yang melancarkan serangan lintas batas di wilayahnya. Klaim ini secara konsisten dibantah oleh pemerintah Taliban Afghanistan. Perselisihan ini menjadi akar ketegangan antara kedua negara.
Kabul, pada gilirannya, sebelumnya menuduh Islamabad melakukan serangan tanpa provokasi yang menewaskan warga sipil. Meskipun demikian, Pakistan selalu menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan militan.
Kedua negara sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata pada Oktober lalu menyusul bentrokan mematikan yang berlangsung berminggu-minggu, namun kesepakatan itu kembali gagal.
BBC tidak dapat secara independen mengonfirmasi angka korban yang diklaim oleh pemerintah Pakistan maupun Taliban Afghanistan dalam serangan terbaru ini. Verifikasi independen sulit dilakukan di tengah klaim yang saling bertolak belakang.
Pemerintah Taliban Afghanistan menyebut serangan itu mengenai rumah-rumah warga sipil. Pakistan berkeras targetnya adalah persembunyian militan di provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar, Afghanistan. Korban jiwa dilaporkan terkonsentrasi di Mandokhail, sebuah desa di provinsi Paktika, menurut pejabat Taliban.
Serangan pada Minggu terjadi sehari setelah tiga anggota Sindh Rangers, pasukan paramiliter Pakistan, tewas di markas mereka di Karachi. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan di wilayah tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor














