Jika Harus Melangkah Tanpamu, Biarlah Semua Kenangan Ini Menjadi Guru Paling Jujur

Rasanya aneh sekali harus menata ulang hidup tanpa sosok yang biasanya jadi orang pertama untuk ditelepon saat hari terasa berat.
Kamu mungkin merasa dunia tiba-tiba kehilangan warnanya, seolah bagian paling penting dari dirimu baru saja dicabut paksa. Wajar kok kalau kamu merasa hampa, bahkan kadang merasa seperti hidup tapi tidak benar-benar bernapas, karena kamu memang sedang berduka atas sesuatu yang dulu kamu anggap selamanya.
Kamu Nggak Sendirian, Ini Wajar
Tidak perlu terburu-buru untuk merasa baik-baik saja saat hatimu masih berantakan. Mengakui kalau kamu sedang tidak oke justru adalah langkah pertama supaya kamu tidak terus-terusan lari dari kenyataan.
Memang ada masanya kamu merasa ingin marah pada takdir, atau setidaknya marah pada diri sendiri karena tidak bisa mempertahankan apa yang sudah mati. Tapi ketahuilah, perasaan itu bukan tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa kamu pernah mencintai dengan sangat berani.
Kenangan Itu Bukan Untuk Disimpan Saja
Banyak orang bilang kamu harus melupakan semuanya supaya bisa lanjut jalan. Padahal, kenangan manis yang dulu kalian bangun itu sebenarnya adalah pelajaran cinta yang paling mahal harganya.
Biarkan semua hal yang pernah terjadi tersimpan rapi sebagai arsip di kepalamu. Bukan untuk disesali atau diputar ulang terus-menerus sampai membuatmu sakit, tapi untuk dipahami sebagai bagian dari proses pendewasaan yang membentuk siapa kamu hari ini.
Ini Bukan Soal Kalah Atau Menang
Seringkali kita terjebak dalam pikiran bahwa perpisahan adalah bentuk kekalahan besar. Padahal, perpisahan ini mungkin cuma cara semesta bilang kalau durasi kalian memang sudah sampai di sini.
Kita sering dipaksa belajar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya sampai tua. Ini menyakitkan, iya, tapi bukankah lebih baik menyadari ketidakcocokan sekarang daripada memaksakan diri dalam hubungan yang pelan-pelan mengikis kewarasan kita berdua.
Satu Langkah Kecil Sudah Cukup
Tidak ada yang bilang proses ini akan terasa mudah, apalagi saat kenangan tentang dia tiba-tiba datang menusuk di saat kamu sedang tenang-tenangnya. Akan ada hari di mana kamu ingin menyerah dan memutar kembali waktu, dan itu sangat manusiawi.
Namun, cukup yakini saja bahwa di masa depan nanti, kamu akan bertemu orang yang bisa menyembuhkan apa yang pernah rusak. Untuk sekarang, fokuslah untuk baik-baik saja dengan dirimu sendiri dulu, karena kamu sudah hebat bisa bertahan sampai titik ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor











