Jika Mencari Kerja Sama Menyakitkannya dengan Mencari Jodoh, Mungkin Kita Memang Sedang Lelah

Rasanya baru saja menutup laptop setelah seharian menyebar CV, lalu membuka aplikasi kencan cuma buat merasa makin hampa. Dunia ini entah kenapa jadi terasa sangat menuntut untuk orang-orang yang sedang berjuang di titik nol.
Kamu tidak sendirian kalau merasa lelah dengan semua ekspektasi ini. Banyak dari kita yang sedang ada di posisi sama, merasa dikejar oleh waktu dan tuntutan sosial yang tidak tahu diri itu. Tarik napas dulu, karena perasaan lelah yang kamu rasakan itu valid sekali.
Ternyata Seleksinya Sama Kejamnya
Mencari kerja sekarang rasanya seperti mengikuti kompetisi yang tidak pernah ada ujungnya. Perusahaan minta pengalaman segunung padahal kita baru saja lulus, sementara di sisi lain kita harus terlihat sempurna dan menarik di mata orang lain untuk sekadar mendapat teman kencan.
Keduanya punya kemiripan yang menyebalkan. Kamu harus punya penampilan menarik, CV yang estetik, dan jawaban yang diplomatis saat ditanya soal masa depan. Seolah-olah nilai diri kita hanya ditentukan oleh selembar kertas ijazah atau seberapa cantik dan ganteng wajah kita di foto profil.
Sama-sama Penuh PHP
Banyak lowongan kerja yang ternyata cuma janji kosong atau malah penipuan yang minta uang di muka. Begitu juga dengan urusan hati, seringkali kita sudah merasa cocok, sudah menaruh harapan, eh malah ditinggal begitu saja tanpa alasan yang jelas.
Dunia memang sedang lucu-lucunya. Kita dipaksa untuk terus percaya pada janji perusahaan atau janji seseorang, padahal kita sendiri tahu bahwa kemungkinan untuk dikhianati atau ditolak itu selalu ada di depan mata. Rasanya ingin menyerah saja dan hidup di hutan.
Mungkin Standarnya Bukan Soal Kamu
Kalau kamu merasa tidak cukup baik karena belum mapan atau belum punya gandengan, coba berhenti sejenak dan lihat sekeliling. Seringkali yang jadi masalah bukan kualitas diri kamu, tapi standar tidak masuk akal yang dibuat oleh orang lain.
Jangan biarkan pertanyaan kapan kerja atau kapan nikah dari orang sekitar membuatmu merasa kurang. Mereka yang bertanya itu biasanya tidak punya solusi, hanya sekadar ingin mengomentari hidup orang lain yang sebenarnya sedang berusaha keras untuk bertahan.
Pelan Saja, Tidak Usah Lari
Dunia tidak akan kiamat hanya karena kamu belum punya posisi di kantor atau di hati seseorang saat ini. Pelan saja, karena yang terpenting sekarang adalah kamu tetap waras dan tidak membenci dirimu sendiri karena proses yang memang sedang sulit.
Teruslah melangkah dengan versimu sendiri, meski cuma langkah kecil setiap harinya. Kamu sedang berjuang di dua medan perang sekaligus, dan bisa sampai di titik hari ini saja sudah merupakan sebuah keberhasilan yang luar biasa besar untuk dirimu sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor





