Kadang Kita Terlalu Buru-Buru Kasih Hati, Sampai Lupa Nanya Apakah Dia Bisa Merawatnya

Pernah nggak sih, kamu merasa capek banget karena terus-terusan jadi pihak yang paling banyak berkorban waktu baru mulai dekat sama seseorang? Kamu sudah kasih semua perhatian dan rasa sayangmu, tapi dia malah memperlakukan itu semua seperti hal biasa yang nggak ada harganya.
Tenang, kamu nggak sendirian kok kalau pernah merasa se-bodoh itu dalam urusan jatuh cinta. Rasanya wajar banget kalau sekarang kamu jadi lebih tertutup dan takut buat mulai lagi sama orang baru. Kita semua pernah ada di titik itu, titik di mana kita cuma pengin menjaga hati biar nggak hancur lebur lagi untuk kesekian kalinya.
Kamu Nggak Pelit, Kok
Jatuh cinta setengah mati itu gampang, tapi menemukan orang yang tahu cara menghargai perasaanmu itu yang setengah mati susahnya.
Masalahnya, kita sering banget langsung menyerahkan semua kepercayaan begitu melihat sedikit saja kebaikan dari dia di awal hubungan. Padahal, manis di awal itu belum tentu jaminan kalau dia bakal peduli saat kamu lagi rapuh-rapuhnya nanti. Menjaga hati itu bukan cuma tugas kamu sendirian, tapi juga tugas orang yang kamu izinkan masuk ke hidupmu.
Sebelum kamu yakin dia bisa memperlakukanmu dengan layak, lebih baik tahan dulu semua ekspektasi itu di kepalamu. Rasanya jauh lebih aman dibilang jual mahal daripada harus nangis sendirian di pojokan kamar sambil menyesali keputusan yang terburu-buru.
Dia Tahu Caranya Nggak?
Patah hati itu selalu menyisakan luka yang susah banget sembuhnya.
Makanya, daripada kamu sibuk mencari cara menyembuhkan luka yang belum tentu bisa hilang sepenuhnya, mendingan kamu belajar mencegahnya dari sekarang. Mulai sekarang, perhatikan baik-baik bagaimana cara dia memperlakukan hal-hal kecil di sekitarnya, termasuk caramu menyampaikan rasa cemasmu. Kalau dia saja nggak peduli dengan hal sepele, bagaimana bisa kamu mempercayakan seluruh dunaimu ke tangannya?
Simpan Dulu Sayangmu Itu
Jadi, mulailah belajar buat lebih pelit membagikan perasaanmu kepada orang yang belum terbukti pantas menerimanya. Hatimu itu terlalu berharga untuk dijadikan tempat uji coba bagi orang yang cuma mampir karena kesepian.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor










