Namun, teori meteorit ini menghadapi tantangan besar karena karakteristik fisik Hajar Aswad tidak sepenuhnya mengikuti pola meteorit standar. Secara umum, batu meteor cenderung rentan pecah dan memiliki resistensi rendah terhadap erosi cuaca ekstrem dalam jangka waktu sangat panjang.
Anomali lain muncul terkait berat jenis batu tersebut yang diklaim dapat mengapung di atas air. Fenomena ini tidak sesuai dengan sifat dasar meteorit yang umumnya memiliki kepadatan material lebih berat.
Ketidaksesuaian sifat fisik ini membuat perdebatan ilmiah mengenai identitas asli Hajar Aswad belum mencapai titik temu yang absolut. Sejauh ini, Hajar Aswad tetap dipandang sebagai artefak dengan nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.
Para ahli geologi masih terus memantau setiap perkembangan riset yang memungkinkan pengujian lebih mendalam terhadap material batu tersebut. Hingga saat ini, belum ada konsensus tunggal yang mampu menjawab teka-teki asal-usulnya secara mutlak.
Di tengah berbagai spekulasi dan teori kosmik, Hajar Aswad tetap menjadi pusat perhatian dalam studi geologi terkait jejak benda langit di Jazirah Arab. Keberadaannya terus memicu ketertarikan peneliti untuk mengungkap misteri masa lalu yang tersimpan di balik struktur fisiknya.