Shantanu Narayen sendiri mengungkapkan keyakinannya terhadap suksesornya.
"Anil adalah pemimpin transformasional berpengalaman, dengan pengetahuan mendalam mengenai bisnis kami," kata Narayen, memuji rekam jejak Chakravarthy. Ia menilai suksesornya memiliki kemampuan kuat dalam menghadirkan produk yang mampu membentuk kategori baru di industri kreatif.
Sepanjang masa jabatannya yang dimulai pada akhir 2007, Narayen berhasil melakukan transformasi signifikan pada model bisnis Adobe. Ia mengalihkan bisnis ke model berlangganan, yang kemudian melambungkan pendapatan tahunan dari USD 4 miliar (sekitar Rp65 triliun) menjadi USD 24 miliar (sekitar Rp390 triliun). Selain itu, ia juga berhasil memperluas tenaga kerja perusahaan hingga lebih dari 30.000 karyawan di seluruh dunia.
Transformasi di bawah kepemimpinan Narayen ini menjadi studi kasus penting dalam industri teknologi global, menunjukkan adaptasi sukses dari model lisensi perangkat lunak tradisional ke layanan berbasis komputasi awan. Keberlanjutan inovasi ini kini menjadi tugas utama Chakravarthy, terutama dalam menghadapi lanskap teknologi yang semakin didominasi oleh kecerdasan buatan generatif.
Pasar perangkat lunak kreatif dan manajemen pengalaman pelanggan, di mana Adobe menjadi pemain kunci, terus berkembang pesat. Dengan dorongan agentic AI, Adobe berupaya mempertahankan dominasinya dan membuka peluang baru di segmen pasar yang kompetitif dan dinamis.