Arsene Wenger Didorong Maju Menantang Gianni Infantino dalam Pemilihan Presiden FIFA

Legenda manajer Arsenal, Arsene Wenger, kini menghadapi tekanan publik untuk mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Langkah ini diharapkan mampu meredam dominasi Gianni Infantino dalam pemilihan pimpinan tertinggi sepak bola dunia yang akan berlangsung pada 2027 mendatang.
Dorongan ini muncul setelah Infantino terus berada dalam pusaran kritik tajam selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Berbagai kontroversi, mulai dari rencana pembentukan FIFA Peace Prize hingga isu transparansi kebijakan, membuat posisi pria asal Italia tersebut semakin tidak menentu di mata pelaku sepak bola global.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi salah satu tokoh yang paling vokal dalam mengkritik arah kepemimpinan FIFA saat ini. Dalam pertemuan European Football Clubs, Ceferin mengibaratkan kondisi FIFA seperti dongeng Kaisar Telanjang yang menunjukkan adanya krisis integritas dalam tubuh organisasi tersebut.
Kritik tersebut mengarah pada pengambilan keputusan yang dianggap dipengaruhi kepentingan politik luar. Ceferin secara terbuka menegaskan bahwa sudah saatnya komunitas sepak bola dunia berani bersikap dan menuntut perubahan nyata di dalam struktur kepemimpinan FIFA.
Pengamat sepak bola, Simon Jordan, turut memberikan dukungannya agar perubahan kepemimpinan segera dilakukan. Menurut Jordan, Infantino dinilai sudah terlalu lama berada di dalam zona kekuasaan yang membuat objektivitasnya sebagai pemimpin federasi internasional menjadi dipertanyakan oleh publik luas.
Jordan lantas mengusulkan nama Wenger sebagai kandidat kuat yang mampu membawa perubahan positif. Sejak tahun 2019, mantan arsitek Arsenal tersebut telah menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA dan dikenal memiliki reputasi integritas yang tinggi dalam olahraga.
Sosok Wenger dinilai mampu mengembalikan nilai murni sepak bola yang selama ini dinilai mulai terkikis oleh urusan politik. Kecerdasan dan kedalaman taktik serta pemikirannya tentang aturan olahraga dianggap menjadi modal utama untuk menandingi gaya kepemimpinan Infantino yang kerap menuai polemik.
Meskipun demikian, keputusan mengenai siapa yang akan memimpin FIFA selanjutnya baru akan terjawab dalam pemilihan resmi pada Maret 2027. Sebelum itu, Dewan FIFA dijadwalkan akan mengadakan pertemuan krusial pada Oktober mendatang untuk membahas berbagai agenda reformasi internal organisasi.
Kini, publik menunggu apakah desakan ini akan menjadi kenyataan atau sekadar wacana di tengah dinamika organisasi sepak bola terbesar dunia. Wenger sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai ambisinya untuk menduduki kursi nomor satu di FIFA.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor













