Banjir & Longsor Nepal-Tibet: Korban Bertambah, Ribuan Masih Hilang

Banjir bandang dan longsor dahsyat di perbatasan Nepal-Tibet telah menyebabkan lebih dari 500 korban jiwa, dengan ribuan lainnya masih belum ditemukan. Palang Merah Internasional menyebut lebih dari 93.000 orang terdampak langsung oleh bencana ini.
Nepal melaporkan korban tewas mencapai 579, meningkat dari 390 sehari sebelumnya, sementara Tiongkok mengkonfirmasi lima kematian di Tibet. Lebih dari 2.000 orang, termasuk 500 lebih warga asing dari 30 negara, masih dianggap hilang.
Upaya penyelamatan sempat dihentikan sementara karena ancaman banjir sekunder dari sebuah danau bendungan yang terbentuk oleh puing-puing longsor. Narendra Pariyar dari Distrik Rasuwa menyatakan, "Kami menerima pemberitahuan bahwa danau itu telah meluap."
Danau tersebut, akibat runtuhnya gletser, menampung sekitar 2 juta meter kubik air dan diperkirakan akan terus bertambah. Otoritas kini memantau ketat situasi, meskipun ancaman langsung disebut mereda.
David Fisher dari Palang Merah khawatir akan banjir susulan, yang juga menghambat truk bantuan kemanusiaan. Kamal Kishore dari UNDRR mengingatkan bahwa "bencana ini belum sepenuhnya berakhir" dan potensi bahaya berantai masih mengintai.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Tarik Jasarevic memperingatkan risiko penyakit menular pasca-bencana. Kondisi pengungsian, kepadatan, serta gangguan layanan air dan sanitasi dapat memicu wabah diare dan penyakit pernapasan.
Meski banyak negara menawarkan bantuan, Kementerian Luar Negeri Nepal menegaskan belum memerlukan tim pencarian dan penyelamatan asing. Juru bicara Lok Bahadur Chhetri menyatakan bahwa lembaga keamanan Nepal mampu menangani respons ini sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor















