Capital B Targetkan Tambah 376 BTC demi Perkuat Investasi Bitcoin Perusahaan

Perusahaan investasi asal Eropa, Capital B, berencana menambah kepemilikan aset kripto mereka secara signifikan demi memperkuat strategi investasi Bitcoin perusahaan. Langkah taktis ini diambil setelah perusahaan yang melantai di bursa Euronext Growth Paris tersebut mengamankan pendanaan segar dari tokoh kriptografi terkemuka, Adam Back.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu, Capital B bersiap menambah sebanyak 376 BTC ke dalam portofolio cadangan kas mereka.
Dalam skema pendanaan ini, perusahaan menerbitkan sebanyak 13.181.030 lembar saham baru. Setiap saham ditawarkan dengan harga 58 sen euro, atau sekitar Rp9.800 per lembar. Penerbitan saham ini juga disertai dengan instrumen pemanis berupa empat waran untuk setiap lembar saham yang dibeli oleh investor.
Adam Back, yang dikenal luas sebagai penemu sistem Hashcash sekaligus CEO Blockstream, menyuntikkan dana segar senilai USD 8,8 juta atau setara dengan Rp141,6 miliar. Kehadiran tokoh senior industri kripto ini memberikan sentimen positif bagi prospek jangka panjang perusahaan.
Sistem Hashcash merupakan teknologi pencegahan spam surel yang kemudian menjadi fondasi algoritma penambangan Bitcoin. Reputasi Back di dunia teknologi finansial membuat keputusan investasinya sering kali menjadi acuan bagi investor institusi lain. Masuknya modal dari tokoh sebesar Back diproyeksikan mampu meningkatkan kepercayaan pasar terhadap strategi akumulasi aset digital Capital B.
Melalui penggalangan dana teranyar ini, Capital B berupaya mereplikasi strategi cadangan kas berbasis kripto yang sebelumnya dipopulerkan oleh korporasi global.
Keputusan mengalihkan aset cadangan dari mata uang fiat ke aset kripto didorong oleh kekhawatiran atas inflasi global yang terus menggerus daya beli mata uang konvensional. Manajemen menilai volatilitas jangka pendek Bitcoin menawarkan potensi pertumbuhan nilai jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen keuangan tradisional. Hal ini membuat korporasi di berbagai belahan dunia mulai melirik skema serupa.
Bursa Euronext Growth Paris, tempat saham Capital B diperdagangkan, merupakan segmen pasar yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pendanaan bagi perusahaan skala kecil dan menengah dengan regulasi yang lebih fleksibel. Akses modal yang lebih mudah di bursa ini memungkinkan korporasi melakukan manuver keuangan cepat demi merespons dinamika pasar aset digital yang bergerak dinamis. Langkah Capital B ini sekaligus menandai babak baru adopsi kripto di kalangan korporasi Eropa.
Secara teknis, penggunaan waran dalam penerbitan saham ini memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli lebih banyak saham Capital B di masa depan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya. Skema ini sangat menarik bagi investor yang optimistis bahwa nilai perusahaan akan melonjak seiring dengan kenaikan harga Bitcoin di pasar global. Jika opsi ini dieksekusi, arus modal masuk ke kas perusahaan dipastikan akan terus bertambah.
Akumulasi target sebesar 376 BTC tersebut akan menempatkan Capital B sebagai salah satu pelopor kepemilikan Bitcoin korporasi di wilayah Uni Eropa.
Sebelum tren ini merambah Eropa, korporasi asal Amerika Serikat seperti MicroStrategy telah lebih dahulu membuktikan bahwa kepemilikan Bitcoin dalam skala besar dapat mendongkrak valuasi saham perusahaan secara signifikan. Keberhasilan strategi tersebut kini mulai diadopsi oleh berbagai entitas bisnis di wilayah lain yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka guna menghindari risiko pelemahan ekonomi makro.
Para pemegang saham Capital B menyambut baik rencana ekspansi ini karena dinilai sebagai langkah berani untuk mengoptimalkan neraca keuangan perusahaan. Pengalihan sebagian modal ke dalam aset kripto diharapkan mampu memberikan imbal hasil yang optimal bagi para pemegang saham dalam jangka menengah hingga panjang. Pasar kini menanti realisasi pembelian aset kripto tersebut yang akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor








