Langsung ke konten
beritana
Breaking

Chamath Palihapitiya Pimpin Startup AI Coding 8090 Labs, Raup Pendanaan Rp2,2 Triliun

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Chamath Palihapitiya raises $135M Series A for his AI coding startup, takes CEO role
Image Credits:Brian Ach / Getty Images for TechCrunch

Chamath Palihapitiya, investor dan tokoh teknologi terkemuka, mengumumkan langkah besar dengan mengambil alih posisi CEO di 8090 Labs, startup coding berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ia dirikan. Kabar ini datang bersamaan dengan pengumuman bahwa 8090 Labs berhasil merampungkan putaran pendanaan Seri A senilai USD 135 juta, setara sekitar Rp2,2 triliun (dengan kurs Rp16.300 per USD), dari berbagai investor kakap.

Pendanaan yang substantial tersebut dipimpin oleh Salesforce Ventures, sebuah perusahaan modal ventura terkemuka yang aktif berinvestasi pada perusahaan-perusahaan teknologi inovatif.

Beberapa nama besar lain turut berpartisipasi, termasuk WndrCo milik Jeffrey Katzenberg; Craft Ventures yang didirikan oleh David Sacks; serta David Friedberg dari The Production Board dan Jason Calacanis dari Launch, yang keduanya merupakan rekan Palihapitiya dalam siniar “All-In”.

Tidak ketinggalan, CEO Palo Alto Networks Nikesh Arora dan CEO Quora Adam D’Angelo juga berinvestasi sebagai angel investor dalam putaran pendanaan ini.

8090 Labs didirikan Palihapitiya pada Januari 2024 dengan misi menghadirkan agen coding AI khusus untuk tim pemrograman di perusahaan-perusahaan besar.

Produk utamanya, Software Factory, dirancang untuk membantu para pengembang korporat memanfaatkan AI guna membangun perangkat lunak berkualitas produksi, bukan sekadar prototipe, lengkap dengan fitur kontrol yang dibutuhkan perusahaan seperti jejak audit dan kepatuhan.

Melalui unggahan di platform X, Palihapitiya juga secara resmi mengumumkan bahwa ia akan memimpin langsung startup ini sebagai CEO, meninggalkan perannya sebagai anggota dewan.

Mantan eksekutif awal Facebook itu mengaku bahwa euforia teknologi AI saat ini mengingatkannya pada era kebangkitan media sosial di awal kariernya di Silicon Valley.

“Sejak saya meninggalkan Facebook, saya menanti saat seperti ini untuk kembali ke peran operasional penuh waktu,” tulis Palihapitiya.

“Saya yakin bahwa apa yang kami bangun sekarang bahkan lebih penting, sehingga tidak ada keputusan lain kecuali untuk terlibat sepenuhnya dan mencurahkan semua energi.”

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update