Charlie Javice, Pendiri Frank, Dikabarkan Buru Pengampunan dari Trump

Charlie Javice, pendiri startup Frank yang terbukti bersalah dalam kasus penipuan besar, dilaporkan tengah berupaya mendapatkan pengampunan presiden. Mantan CEO tersebut kini diam-diam mendekati sejumlah pihak yang dekat dengan pemerintahan Donald Trump untuk mewujudkan hal tersebut, demikian laporan dari The Wall Street Journal.
Sejauh ini, nama Javice belum tercantum secara resmi dalam daftar permintaan pengampunan yang dikelola oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Meski demikian, daftar tersebut terus bertambah pesat. Administrasi Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memberikan sekitar 250 pengampunan pada musim panas ini, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat.












