Direktur Jenderal WHO Ungkap Kekhawatiran Mendalam Terkait Wabah Ebola di Kongo

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap situasi wabah Ebola yang kini melanda Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Wabah ini tercatat sebagai yang terbesar ketiga dalam sejarah. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 708 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian mencapai 141 orang di kedua negara tersebut.
Selama kunjungannya ke wilayah terdampak, Tedros menemukan bahwa masyarakat lokal memiliki tingkat kepercayaan yang sangat rendah terhadap penanganan wabah ini. Banyak penduduk setempat justru menganggap Ebola sebagai sebuah rekayasa atau hoaks, sementara sebagian lainnya tidak menganggapnya sebagai prioritas di tengah krisis yang lebih mendesak.
Warga yang ditemui Tedros mempertanyakan mengapa dunia internasional hanya menaruh perhatian besar saat Ebola merebak. Mereka merasa selama ini terabaikan oleh konflik bersenjata, kelaparan, serta berbagai penyakit lain yang tingkat kematiannya jauh lebih tinggi daripada Ebola di wilayah mereka.
Kondisi keamanan di timur laut Republik Demokratik Kongo yang terus bergejolak membuat pengawasan kesehatan menjadi sangat minim. Hingga pertengahan Juni, tingkat pelacakan kontak kasus baru mencapai 28,4 persen dari target yang diperlukan untuk memutus rantai penularan.
Tedros menyadari bahwa krisis ini memerlukan solusi politik yang mendasar untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut. Tanpa perdamaian, upaya pengendalian kesehatan masyarakat yang ia pimpin akan terus menemui jalan buntu karena hilangnya dukungan dari warga yang merasa dimanfaatkan demi kepentingan global.
Di tengah tantangan tersebut, ia menegaskan pentingnya mendengar suara masyarakat lokal daripada sekadar mendikte kebijakan. Fokus bantuan ke depan diharapkan tidak hanya terbatas pada Ebola, tetapi juga mencakup layanan kesehatan dasar dan kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak kemiskinan serta konflik panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor









