Drama VAR dan Kartu Merah Nodai Kiprah Italia di Liga Europa: Juventus Imbang, Milan Dibantai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380460/original/008737500_1792704230-000_D4674PD.jpg)
Dua tim raksasa Italia, Juventus dan AC Milan, menorehkan hasil yang kontras dalam lanjutan fase liga Liga Europa 2026/2027 yang digelar Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Juventus harus puas berbagi poin setelah diimbangi Rennes, sementara AC Milan tak berdaya dilibas telak oleh klub Liga Inggris, Bournemouth.
Di Allianz Stadium, Turin, Juventus gagal meraih poin penuh setelah bermain imbang 2-2 melawan Stade Rennais. Pertandingan tersebut, yang berlangsung Kamis (22/10/2026) malam waktu setempat, diwarnai drama gol yang dianulir oleh teknologi Asisten Wasit Video (VAR) pada menit-menit akhir laga.
Juventus sebenarnya mengawali laga dengan sangat menjanjikan. Tuan rumah langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui Zeki Celik, memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Nick Woltemade.
Celik, yang bebas di sisi kanan, melepaskan tembakan menyilang yang gagal dibendung kiper Rennes, Brice Samba, membawa Juventus memimpin 1-0.
Namun, keunggulan Si Nyonya Tua tidak bertahan lama. Rennes berhasil menyamakan kedudukan melalui Mousa Tamari yang menuntaskan umpan dari Bryan Reynolds, mengubah skor menjadi 1-1.
Menjelang turun minum, Rennes justru berbalik unggul. Wasit menunjuk titik putih setelah bola tendangan voli Mahamadou Nagida mengenai tangan Douglas Luiz di kotak penalti.
Boulaye Dia, yang maju sebagai eksekutor, dengan tenang menaklukkan Vicario, membawa Rennes memimpin 2-1 pada menit ke-43.
Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan intensitas serangan secara signifikan demi mengejar ketertinggalan. Upaya keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60.
Juventus mendapatkan hadiah penalti setelah sundulan Nico Gonzalez, yang meneruskan tendangan bebas Douglas Luiz, mengenai tangan Reynolds di kotak terlarang.
Woltemade, yang dipercaya sebagai algojo, sukses menaklukkan Samba melalui tembakan ke tengah gawang. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2, sekaligus menghidupkan kembali harapan Juventus untuk mengamankan kemenangan di kandang.
Drama memuncak menjelang pertandingan berakhir. Juventus sempat bersorak setelah mencetak gol pada menit ke-88 melalui situasi bola mati yang berujung pada tembakan Lucumi dari jarak sekitar 12 meter.
Bola sempat berubah arah setelah mengenai Abdelhamid Ait Boudlal sebelum masuk ke gawang Rennes, memicu euforia di bangku cadangan dan tribun penonton.
Namun, kegembiraan tuan rumah tidak bertahan lama. Setelah meninjau VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Lucumi dinyatakan berada dalam posisi offside dalam rangkaian serangan sebelumnya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Juventus pun harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2, mengumpulkan tujuh poin dan menempati peringkat keempat klasemen fase liga.
Sementara itu, Rennes berada di posisi ke-14 dengan raihan lima poin, menjaga peluang mereka di kompetisi Eropa musim ini.
Di laga lain, AC Milan harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Bournemouth di Stadion Vitality. Rossoneri takluk 0-3 dari tim Liga Inggris tersebut, bahkan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-27.
Bournemouth, yang tampil perkasa di kandang, meraih kemenangan meyakinkan berkat dua gol penalti dari Justin Kluivert dan Marcus Tavernier, serta gol tendangan bebas spektakuler dari Amine Adli pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil ini sekaligus mempertahankan rekor sempurna Bournemouth di Liga Europa musim ini, sementara AC Milan menelan kekalahan telak yang memperburuk posisi mereka di klasemen.
Pertandingan ini juga memiliki nuansa khusus bagi pelatih Milan, Ruben Amorim. Ini adalah kali pertama ia kembali berkiprah di Inggris sejak dipecat Manchester United pada Januari lalu, sebuah momen yang ironis mengingat hasil buruk yang didapat timnya.
Bournemouth langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Tim besutan Marco Rose itu memperoleh hadiah penalti setelah sundulan Evanilson mengenai lengan bek AC Milan, Koni de Winter.
Setelah meninjau VAR, wasit asal Yunani, Vasilis Fotias, menunjuk titik putih. Justin Kluivert, yang maju sebagai eksekutor, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa Bournemouth unggul 1-0.
Petaka bagi AC Milan datang pada menit ke-27. Kiper Mike Maignan melakukan tindakan ceroboh dengan mendorong wajah gelandang Bournemouth, Tyler Adams.
Wasit tanpa ragu langsung mengusir penjaga gawang asal Prancis tersebut dari lapangan. Kartu merah itu memaksa Milan untuk melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, sekaligus semakin memperberat misi mereka untuk mengejar ketertinggalan.
Setelah sempat melancarkan protes keras selama hampir lima menit, AC Milan kembali dihukum penalti. Marcus Tavernier, yang menjadi eksekutor kedua, sukses memperdaya Lorenzo Torriani, kiper pengganti Maignan.
Tendangan Tavernier membawa Bournemouth unggul 2-0 dan semakin menempatkan Milan dalam situasi yang sangat sulit untuk bangkit.
Memasuki babak kedua, Bournemouth tetap menguasai jalannya pertandingan, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Gol ketiga The Cherries akhirnya lahir melalui Amine Adli, yang baru masuk kurang dari tujuh menit sebelumnya.
Adli melepaskan tendangan bebas dari jarak sekitar 18 meter yang melengkung indah ke tiang dekat, tak mampu diantisipasi Torriani, memastikan kemenangan telak Bournemouth.
Rayan sempat kembali mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol keempat, namun hingga pertandingan berakhir, skor tetap 3-0 untuk kemenangan meyakinkan Bournemouth.
Kemenangan telak tersebut membawa Bournemouth menempati peringkat ketiga klasemen fase liga Liga Europa yang diikuti 36 tim. Sementara itu, AC Milan terpuruk di posisi ke-24, menghadapi tantangan berat untuk lolos ke babak selanjutnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












