Dua Celah Kritis PHP Mengancam Jutaan Situs Web, Pemerintah Dunia Matikan Server

Dunia siber global tengah dalam kondisi waspada tinggi setelah ditemukannya dua celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP yang mengancam jutaan situs web di seluruh dunia.
PHP sendiri merupakan tulang punggung yang menjalankan sekitar 70 persen situs web di internet, termasuk platform berbasis WordPress. Kerentanan ini memungkinkan peretas mengambil alih server secara penuh tanpa memerlukan otorisasi akses apa pun.
Kepanikan memuncak ketika otoritas di berbagai negara, mulai dari Finlandia, Belanda, hingga Prancis, mengambil langkah drastis dengan mematikan situs web pemerintah mereka sebagai langkah pencegahan. Tindakan ini mencerminkan betapa besarnya potensi kerusakan yang bisa ditimbulkan jika celah tersebut dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab sebelum perbaikan diterapkan.
The PHP Foundation telah merilis tambalan atau pembaruan keamanan untuk versi 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35 setelah kedua celah ini mendapatkan skor 9,2 dari skala 10 pada sistem Common Vulnerability Scoring System (CVSS). Skor tinggi ini menandakan risiko tingkat ekstrem bagi infrastruktur digital yang tidak segera melakukan pembaruan sistem.
Teknis serangan ini memanfaatkan cara PHP memproses memori saat menangani permintaan data yang masuk ke server. Peretas dapat menyuntikkan kode berbahaya melalui fitur pelacakan unggahan file yang sebenarnya jarang digunakan namun aktif secara bawaan pada banyak konfigurasi server.
Situasi menjadi lebih rumit mengingat adanya ribuan server yang masih menjalankan versi PHP lama yang sudah tidak didukung secara resmi. Para pengelola situs web diminta segera memeriksa penyedia layanan hos mereka untuk memastikan pembaruan telah diaplikasikan sepenuhnya.
Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa setelah detail teknis perbaikan dipublikasikan, upaya eksploitasi massal biasanya terjadi dalam hitungan menit. Oleh karena itu, langkah mitigasi tercepat bagi pengelola server adalah memperbarui perangkat lunak ke versi terbaru yang telah disediakan oleh pengembang.
Bagi pengguna umum, ancaman ini tidak memerlukan pembaruan pada perangkat ponsel atau laptop pribadi. Tanggung jawab utama terletak pada pengelola layanan situs web yang digunakan masyarakat sehari-hari untuk memastikan keamanan data akun, alamat, hingga riwayat transaksi pengguna tetap terjaga.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)

