Harga Bitcoin dan Ethereum Melemah, Harapan Tren Uptober Mulai Pudar

Harga Bitcoin tergelincir hingga di bawah level 81.000 Dollar AS atau sekitar Rp1,27 miliar pada perdagangan Kamis waktu setempat.
Penurunan ini memicu sentimen negatif di pasar kripto global yang sebelumnya mengharapkan adanya penguatan signifikan pada bulan Oktober. Fenomena kenaikan harga yang biasa disebut sebagai Uptober ini tampaknya tidak berjalan sesuai ekspektasi para investor.
Ethereum juga mengalami tekanan serupa dengan harga yang mendekati angka 2.400 Dollar AS atau berkisar Rp37,6 juta per keping. Seluruh aset kripto dalam jajaran sepuluh besar kapitalisasi pasar menunjukkan rapor merah dalam grafik mingguan. Kondisi ini mengubah optimisme pasar menjadi kewaspadaan tinggi bagi para pemegang aset digital.
Dampak penurunan terasa jauh lebih berat pada deretan aset kripto alternatif yang berada di luar peringkat utama.
Zcash tercatat melemah 11 persen dalam satu hari, sementara NEAR Protocol merosot hingga 16 persen. Aset lain seperti Dogecoin dan Chainlink juga harus rela kehilangan nilai dua digit dalam akumulasi perdagangan satu pekan terakhir.
Dana kelolaan Bitcoin spot atau ETF mencatatkan penarikan dana keluar sebesar 484,9 juta Dollar AS (sekitar Rp7,6 triliun) pada hari Rabu. Angka ini merupakan kinerja harian terburuk sejak musim semi lalu. Tren negatif berlanjut keesokan harinya dengan arus keluar tambahan sebesar 244 juta Dollar AS (sekitar Rp3,8 triliun).
Pergerakan modal tersebut menyebabkan neraca investasi sepanjang Oktober berbalik menjadi negatif sebesar 400 juta Dollar AS.
Nasib dana kelolaan Ethereum bahkan lebih memprihatinkan setelah mencatatkan penarikan modal selama delapan sesi berturut-turut. Total kerugian modal dari instrumen ini mencapai 640 juta Dollar AS atau setara Rp10 triliun dalam rentang waktu tersebut. Ketimpangan antara kenaikan harga pekan lalu dengan minimnya arus modal baru menciptakan kondisi pasar yang rapuh.
Pasar yang dangkal tanpa dukungan likuiditas segar cenderung akan mengalami koreksi harga secara cepat dan tajam. Kondisi ini diperparah oleh beberapa faktor fundamental yang terjadi secara bersamaan di pasar global.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














