Harga Bitcoin Kembali Menguat Tembus USD 84.500 Saat Pasar Kripto Rebound

Harga Bitcoin kembali mencatatkan kenaikan signifikan dan diperdagangkan di kisaran USD 84.500 atau setara dengan Rp1,34 miliar pada perdagangan Rabu. Kondisi ini membawa angin segar bagi para pelaku pasar setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup tajam di awal Oktober lalu.
Kenaikan Bitcoin sebesar 2,5 persen dalam 24 jam terakhir berhasil membawa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tumbuh 2,2 persen menjadi USD 2,9 triliun atau sekitar Rp46 kuadriliun. Pemulihan ini turut diikuti oleh aset kripto utama lainnya, seperti Ethereum yang naik 2,5 persen menjadi USD 2.504 dan Solana yang mencatat kenaikan 2,2 persen ke level USD 108,18.
Indeks Crypto Fear & Greed kini berada di angka 55, sebuah posisi yang dikategorikan sebagai netral. Angka ini menandakan bahwa kepanikan investor mulai mereda meski mereka belum terlihat agresif dalam melakukan akumulasi aset secara besar-besaran.
Di sisi lain, pergerakan harga aset kripto sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro global, terutama harga minyak mentah Brent yang kini bertengger di kisaran USD 108 per barel. Tingginya harga minyak dunia memicu kekhawatiran akan inflasi berkelanjutan, di mana harga konsumen di Amerika Serikat tercatat melonjak 3,7 persen pada September lalu.
Lonjakan inflasi ini memaksa imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, yang pada gilirannya menarik likuiditas dari pasar aset berisiko seperti kripto. Situasi ini diperumit dengan kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang masih berada di rentang 3,75 hingga 4 persen, serta ekspektasi pasar akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan pada Desember mendatang.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup solid setelah berhasil menembus level support penting di angka USD 81.603. Indikator Exponential Moving Average 50 hari yang berada di atas rata-rata 200 hari semakin mengonfirmasi adanya tren kenaikan jangka menengah bagi aset ini.
Namun, para analis memperingatkan bahwa momentum pasar masih akan tertahan di rentang USD 79.700 hingga USD 87.400. Agar tren penguatan berlanjut, Bitcoin perlu mencatatkan penutupan harga harian di atas level resistensi USD 84.726 dengan volume perdagangan yang cukup kuat.
Jika harga kembali terperosok di bawah level dukungan USD 81.603, risiko koreksi menuju level terendah Oktober di kisaran USD 79.711 akan semakin terbuka. Saat ini, pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter AS dan stabilitas pasokan energi dunia sebagai penentu arah harga aset kripto dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












