Jika Kamu Masih Memilih Bertahan Padahal Sudah Terluka, Mungkin Ini Saatnya Berhenti Menjadi Bodoh Sendiri

Kamu mungkin sudah sering menangis sampai sesak, tapi besoknya kamu tetap memilih untuk kembali seolah tidak terjadi apa-apa.
Aku tahu rasanya. Kamu merasa bertahan adalah bentuk perjuangan, padahal sebenarnya itu cuma cara kamu menghindari rasa takut akan kehilangan. Kamu tidak sendirian, banyak dari kita pernah berada di posisi itu.
Jangan Sampai Kamu Kehilangan Dirimu Sendiri
Kamu ketakutan membayangkan hari-hari tanpa dia. Padahal, setiap hari bersamanya, kamu justru perlahan kehilangan sebagian dari dirimu yang dulu ceria.
Kamu bilang kamu sudah terbiasa dengan rasa sakit ini. Kamu menganggap luka itu sudah jadi bagian dari rutinitas, seperti napas yang terasa berat tapi tetap harus dilakukan karena kamu tidak tahu cara lain untuk hidup.
Sebenarnya, kamu cuma terjebak dalam rasa nyaman yang semu. Kamu merasa lebih aman menderita dengan dia daripada menghadapi ketidakpastian sendirian.
Dia Tidak Peduli Sesakit Apa Kamu
Saat kamu sedang menangis di pojok kamar karena omongannya, dia mungkin sedang tertawa lepas dengan teman-temannya di luar sana. Dia tidak merasa perlu memikirkan perasaanmu, karena dia tahu kamu akan selalu ada di sana saat dia kembali.
Berhenti berpikir bahwa suatu hari dia akan berubah menjadi sosok yang kamu impikan. Jika dia memang peduli, dia tidak akan membiarkanmu menangis untuk alasan yang sama berkali-kali.
Ada Bahagia yang Menunggumu di Sana
Jatuh cinta lagi memang terdengar mustahil dan menakutkan saat ini. Kamu merasa sudah terlalu lelah untuk memulai semuanya dari awal dengan orang asing.
Tapi coba pikirkan, apakah layak menukar kebahagiaan masa depanmu hanya untuk mempertahankan seseorang yang bahkan tidak mau berjuang untukmu? Kamu berhak mendapatkan seseorang yang tidak membuatmu harus menakar rasa sakit setiap hari.
Tarik napas dalam-dalam, lepaskan pelan-pelan, dan mulailah berjalan keluar dari lingkaran yang menyakitkan ini. Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk bahagia, kamu hanya perlu berani melepaskan apa yang memang tidak pernah benar-benar ada untukmu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor











