Jika Kamu Merasa Kesepian, Jangan Sampai Hati Kamu Jadi Pintu Terbuka Untuk Siapa Saja yang Kebetulan Lewat

Ada malam di mana sepi itu rasanya berat sekali. Kamu duduk di depan layar ponsel, menunggu notifikasi yang tidak kunjung muncul, dan mulai berpikir kalau memiliki seseorang di samping mungkin bisa jadi obat paling ampuh.
Kamu tidak sendirian kok yang merasa begini. Hampir semua orang pernah ada di fase di mana mereka hanya ingin ada tangan yang menggenggam, tidak peduli siapa pemilik tangannya. Wajar sekali jika kamu lelah menghadapi hari sendirian dan ingin segera mengakhiri rasa hampa itu.
Jangan Jadikan Orang Lain Pelarian
Masalahnya, saat kamu sedang kosong, pandanganmu jadi agak kabur. Kamu cenderung melihat siapa saja yang datang sebagai jawaban, padahal mereka mungkin cuma distraksi.
Kamu membiarkan seseorang masuk bukan karena kamu benar-benar tertarik pada kepribadiannya, tapi karena kamu takut jika harus pulang ke rumah dan bicara pada dinding lagi. Kamu menukar kesendirianmu dengan keberadaan orang yang sebenarnya tidak benar-benar kamu inginkan.
Bukan karena kamu kurang, bukan karena kamu tidak layak dicintai, tapi karena kamu sedang memaksakan sebuah puzzle masuk ke lubang yang salah. Ujung-ujungnya, kamu malah merasa lebih hampa daripada saat kamu benar-benar sendirian.
Kesendirian Bukanlah Sebuah Kekalahan
Ada anggapan kalau punya pasangan itu adalah tanda kamu sudah menang dari hidup. Padahal, terjebak dalam hubungan yang tidak jujur itu jauh lebih melelahkan daripada menghabiskan malam minggu dengan menonton film seri sendirian.
Lebih baik kamu menikmati kopi panas sendirian daripada duduk di depan seseorang yang bahkan tidak membuatmu merasa dimengerti. Waktu kamu terlalu berharga untuk dihabiskan bersama orang yang cuma jadi pengisi kekosongan saja.
Terimalah Jika Hatimu Memang Meminta
Tunggu sampai kamu merasa cukup dengan dirimu sendiri. Sampai saat itu tiba, jangan biarkan rasa takut akan kesepian menyetir keputusanmu.
Biarkan dirimu sendiri sejenak. Jika nanti ada seseorang yang datang, pastikan itu karena hatimu yang mengangguk setuju, bukan karena egomu yang sedang merengek minta ditemani. Kamu berhak atas hubungan yang lahir dari ketulusan, bukan dari sisa-sisa rasa takut yang kamu simpan sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor







