Jika Memang Tak Ada Rasa, Jangan Bertingkah Seolah Kau Sangat Cinta, Sebab yang Kau Tanam Akan Kau Tuai

Kamu pasti pernah ada di titik itu. Menunggu notifikasi dari seseorang yang belakangan ini selalu ada, selalu perhatian, dan bikin kamu merasa jadi satu-satunya orang paling spesial di dunianya.
Rasanya wajar sekali kalau kamu akhirnya menaruh harapan. Kamu tidak sedang berlebihan, kamu hanya manusia yang merespons kebaikan dengan ketulusan.
Jangan Kasih Harapan Palsu
Masalahnya, dunia tidak selalu seindah chat selamat pagi yang rutin dia kirimkan. Kadang, dia hanya bosan dan kamu adalah pelarian paling nyaman untuk menghabiskan waktu luangnya.
Dia bersikap seolah dia cinta, padahal di hatinya tidak ada apa-apa. Dia menikmati perhatianmu, menikmati perasaan dikejar, tapi tidak pernah berniat untuk benar-benar menetap di sisimu.
Sikap manis yang dia tabur itu ternyata cuma akting. Kamu yang sudah terlanjur jatuh hati akhirnya harus menanggung kecewa yang sama sekali tidak kamu minta.
Kamu Pantas Mendapat Kejujuran
Mungkin kamu merasa bodoh karena baper duluan. Padahal, kalau dia memang tidak punya rasa, dia seharusnya bisa menjaga jarak sejak awal.
Berteman itu boleh, tapi memancing perasaan seseorang hanya untuk kepuasan pribadi itu jahat. Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas ketidakmampuannya bersikap jujur.
Apa yang Kamu Tuai
Kadang hidup punya caranya sendiri untuk menyeimbangkan keadaan. Seseorang yang dengan sengaja mempermainkan hati orang lain biasanya akan bertemu dengan situasi yang sama nantinya.
Mungkin bukan sekarang, tapi nanti, dia akan merasakan bagaimana rasanya saat hatinya dipatahkan oleh orang yang dia harapkan. Karena pada akhirnya, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.
Jangan biarkan kejadian ini bikin kamu kapok buat percaya sama orang lain. Cukup jadikan ini pelajaran bahwa tidak semua orang punya hati yang sama bersihnya dengan milikmu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor















