Liga 1 2026/2027 Dimulai, Tim Promosi Hadapi Ujian Berat di Pekan Perdana

Kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2026/2027 telah resmi bergulir pada Jumat, 4 September 2026, menandai dimulainya kembali persaingan ketat di kasta tertinggi sepak bola nasional. Sebanyak 18 klub bersaing memperebutkan gelar juara, dengan perhatian khusus tertuju pada tim-tim promosi yang langsung dihadapkan pada ujian berat di pekan perdana.
Isenmulang Kalteng FC dan Garudayaksa FC, dua tim yang baru naik kasta, langsung merasakan intensitas kompetisi. Isenmulang Kalteng FC harus menelan kekalahan meyakinkan dari Arema FC di kandang lawan, sementara Bali United berhasil mengamankan poin penuh dari PSS Sleman dalam pertandingan yang berjalan ketat. Hasil ini memberikan gambaran awal tentang tantangan yang harus mereka hadapi.
Pemerhati sepak bola nasional, Ari DP, menilai tim berpengalaman di Liga 1 secara umum lebih siap menghadapi tekanan pertandingan dibandingkan tim promosi.
"Setidaknya butuh satu atau dua pertandingan lagi, sehingga PSS dapat memperlihatkan pengalamannya bermain di Super League," ujar Ari kepada Pro 3 RRI, Sabtu, 5 September 2026. Ia juga menambahkan, Isenmulang Kalteng FC perlu segera melakukan konsolidasi setelah kekalahan telak di laga pembuka agar tidak terpuruk di klasemen.
Kemenangan Arema FC dinilai cukup wajar karena bermain di kandang sendiri dengan persiapan taktik yang matang. Bali United, di sisi lain, menunjukkan kematangan dengan mampu menjaga keunggulan meski mendapat tekanan PSS Sleman pada akhir pertandingan.
Sementara itu, Garudayaksa FC yang juga baru promosi musim ini, memiliki peluang meraih poin berkat dukungan pengalaman beberapa pemain senior di skuad mereka. Ini bisa menjadi kunci adaptasi mereka di Liga 1.
Ari DP juga menyoroti gol pertama Liga 1 musim ini yang dicetak oleh pemain lokal Arema FC, Johan Ahmat Alfarizi, sebagai sinyal positif. Gol ini hadir di tengah dominasi penyerang asing yang kerap menjadi pencetak gol utama dalam beberapa musim terakhir.
"Musim ini kita boleh bangga ada pemain lokal, pemain senior seperti Johan Ahmat Farizi," kata Ari, menggarisbawahi pentingnya talenta domestik.
Sorotan juga tertuju pada pertandingan besar lainnya, di mana juara bertahan Persib Bandung akan menghadapi ujian berat saat menjamu PSM Makassar. Ari menilai Persib lebih diunggulkan berkat kekuatan dan rekor impresif mereka saat bermain di kandang sendiri.
"Persib tetaplah Persib, selain juara bertahan dalam beberapa musim terakhir, mereka juga sangat kuat," ucap Ari, menegaskan dominasi Maung Bandung.
Di lain sisi, Persija Jakarta juga menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda, sebuah laga yang menjadi debut pelatih Shin Tae-yong bersama Macan Kemayoran. Ini akan menjadi pembuktian awal taktik Shin Tae-yong di level klub Liga 1.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, Ari DP mengingatkan pentingnya menjaga keamanan selama jalannya kompetisi, terutama setelah suporter tim tamu kembali diperbolehkan hadir di stadion. Kebijakan ini, meski disambut gembira, membawa tanggung jawab besar bagi semua pihak. "Kita semua tidak mau lagi ada kejadian seperti Tragedi Kanjuruhan terulang," ucap Ari, menyerukan kewaspadaan.
Ia meminta pihak klub dan suporter untuk bersama-sama menjaga suasana pertandingan tetap aman dan nyaman, menjunjung tinggi sportivitas. Seluruh pemangku kepentingan perlu berkolaborasi erat demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi sepak bola. "Suporter, baik muda atau tua, harus benar-benar tahu tidak ada sepak bola seharga nyawa," tambahnya, menegaskan bahwa nyawa jauh lebih berharga dari sekadar hasil akhir.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












