Langsung ke konten
beritana
Breaking

Mahasiswa KKN 26 UTM Edukasi TOGA dan Jamu Rimpang di Bicorong

Foto kkn26 desabicorongkkn26 desabicorong2 menit bacaNews
Mahasiswa KKN 26 UTM Edukasi TOGA dan Jamu Rimpang di Bicorong
Mahasiswa KKN 26 UTM Edukasi TOGA dan Jamu Rimpang di Bicorong

Desa Bicorong, Pakong – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan penanaman dan perawatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan jamu berbahan dasar rimpang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif menjaga kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif.

Kegiatan diawali dengan penanaman berbagai jenis tanaman TOGA di lokasi yang telah disiapkan bersama masyarakat. Beberapa tanaman yang ditanam antara lain jahe, kunyit, kencur, temulawak, serai, dan lengkuas. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan serta mudah dibudidayakan di lingkungan rumah.

Selain melakukan penanaman, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai cara perawatan tanaman TOGA agar dapat tumbuh dengan baik. Perawatan meliputi penyiraman secara rutin, penyiangan gulma, pemberian pupuk organik, serta pengendalian hama secara sederhana. Masyarakat diajak untuk berperan aktif menjaga tanaman sehingga keberadaan kebun TOGA dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Setelah kegiatan penanaman selesai, mahasiswa KKN mengadakan pelatihan pembuatan jamu rimpang yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis rimpang seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur beserta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses pengolahan yang higienis agar jamu yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.

Proses pembuatan jamu dimulai dari pemilihan rimpang yang masih segar, pencucian hingga bersih, pengirisan, perebusan dengan tambahan rempah seperti serai dan gula aren, kemudian penyaringan sebelum dikemas atau langsung disajikan. Selama pelatihan, peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan jamu sehingga lebih mudah dipahami.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya mengenai manfaat masing-masing jenis rimpang, teknik penyimpanan jamu, serta peluang pengembangannya sebagai produk bernilai ekonomi. Mahasiswa KKN berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun menjadi peluang usaha skala rumah tangga.

Melalui kegiatan penanaman dan perawatan TOGA serta pelatihan pembuatan jamu rimpang ini, diharapkan masyarakat Desa Bicorong semakin memahami pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai upaya menjaga kesehatan secara alami. Program ini juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan aspek kesehatan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Baca juga tulisan lainnya dari kkn26 desabicorong