
Emas merupakan instrumen investasi yang paling diminati masyarakat Indonesia karena nilainya yang dianggap stabil dalam jangka panjang.
Namun, calon investor sering kali bingung saat dihadapkan pada angka karat yang tertera pada perhiasan atau batangan emas. Memahami perbedaan kadar kemurnian adalah langkah awal sebelum memutuskan untuk membeli logam mulia tersebut.
Secara teknis, emas 24 karat sering dianggap sebagai standar emas murni karena memiliki tingkat kemurnian mendekati 100 persen. Angka ini menunjukkan bahwa di dalam logam tersebut hampir tidak ada campuran logam lain selain emas murni.
Di sisi lain, emas 18 karat memiliki kadar kemurnian sebesar 75 persen. Sisanya, yakni 25 persen, merupakan campuran logam lain seperti tembaga, perak, atau nikel yang ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan serta durabilitas fisik emas tersebut.
Penambahan logam lain ini dilakukan karena emas murni memiliki sifat alami yang sangat lunak dan mudah berubah bentuk jika digunakan sebagai perhiasan sehari-hari. Emas 18 karat sering dipilih oleh produsen perhiasan agar produk mereka tidak mudah bengkok saat dipakai.
Sistem karat sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang dalam dunia perdagangan emas dunia. Istilah karat berasal dari kata Carob, yang merujuk pada biji pohon carob atau pohon kenari yang tumbuh di wilayah Mediterania.
Pada masa kuno, biji pohon carob digunakan sebagai alat timbang yang sangat presisi karena beratnya yang dinilai konsisten oleh pedagang emas zaman dahulu. Kini, standar tersebut telah diadaptasi menjadi sistem pengukuran global yang kita kenal sekarang.
Sistem ini membagi kemurnian emas ke dalam skala 24 bagian. Emas 24 karat adalah bentuk murni dengan perbandingan 24 bagian emas dari 24 bagian total, sedangkan 18 karat berarti terdapat 18 bagian emas dan 6 bagian logam campuran.
Bagi investor di Indonesia, memahami proporsi ini sangat bermanfaat dalam menghitung nilai jual kembali suatu perhiasan. Harga emas di pasar biasanya dipatok berdasarkan kurs emas murni atau 24 karat yang diperbarui setiap hari.
Jika Anda memiliki emas 18 karat, maka harga jualnya akan dihitung berdasarkan persentase 75 persen dari harga emas murni saat itu, ditambah dengan nilai seni atau biaya pembuatan. Biaya pembuatan ini sering kali membuat perhiasan dengan karat lebih rendah memiliki harga jual yang tidak linier dengan kadar emasnya.
Dalam konteks investasi batangan, emas yang paling direkomendasikan umumnya memiliki kadar 24 karat atau setara dengan 99,99 persen kemurnian. Logam mulia jenis ini lebih mudah dicairkan karena nilainya mengikuti standar harga emas internasional tanpa potongan biaya pembuatan yang rumit.
Memastikan kadar emas sebelum transaksi merupakan perlindungan diri bagi konsumen agar tidak merugi di masa depan. Selalu cek sertifikat keaslian dan lakukan pengujian kadar secara berkala di toko emas terpercaya.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor