Metaplanet Terbitkan Obligasi Rp5,2 Triliun untuk Lunasi Utang dan Beli Saham

Perusahaan investasi asal Jepang, Metaplanet, baru saja mengumumkan rencana penerbitan obligasi konversi senilai 52 miliar yen atau sekitar Rp5,2 triliun guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Langkah strategis ini mencakup penerbitan obligasi tanpa bunga dengan tenor lima tahun yang akan jatuh tempo pada 2031. Dana tersebut akan dialokasikan untuk melunasi utang serta menjalankan program pembelian kembali saham.
Sebesar 23,6 miliar yen, atau setara Rp2,36 triliun, akan digunakan perusahaan untuk melunasi pinjaman yang selama ini dijamin dengan aset Bitcoin. Melalui kebijakan ini, Metaplanet berusaha mengurangi ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi tanpa harus menjual aset kripto yang mereka simpan.
Sisanya, yakni 28,3 miliar yen atau sekitar Rp2,83 triliun, akan dipakai untuk program pembelian kembali saham perusahaan. Program ini merupakan bagian dari inisiatif besar Metaplanet yang menargetkan pembelian kembali saham hingga 60 miliar yen atau sekitar Rp6 triliun.
Metaplanet dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia dengan kepemilikan mencapai 44.000 BTC. Nilai aset digital tersebut kini ditaksir mencapai 3,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp57,6 triliun.
Meskipun memiliki aset yang masif, performa saham perusahaan di bursa Tokyo sempat mengalami tekanan. Pada penutupan perdagangan Selasa, harga saham Metaplanet tercatat melemah 1,5 persen.
Penurunan tersebut menambah akumulasi koreksi harga saham perusahaan yang mencapai 52,6 persen sepanjang satu tahun terakhir. Analis pasar mencatat kondisi ini mencerminkan volatilitas tinggi yang kerap melanda emiten berbasis aset kripto.
Sebelumnya, manajemen Metaplanet telah merevisi kerangka alokasi modal mereka. Perusahaan berencana mengalokasikan hingga 15 persen dari total aset untuk investasi strategis guna mendukung akumulasi Bitcoin dan pembayaran dividen kepada para pemegang saham.
Kebijakan ini diambil setelah perusahaan sempat menerima kritik keras dari para pemegang saham pada September lalu. Kritikan muncul terkait perluasan opsi saham eksekutif yang dianggap terlalu agresif.
Menanggapi keluhan investor, perusahaan akhirnya memutuskan untuk memangkas jumlah opsi saham sebesar 41 persen. Langkah ini dilakukan dengan mengurangi jumlah potensi saham yang mendasari hak tersebut dari 319,46 juta menjadi 188,19 juta lembar.
Metaplanet kini berupaya menjaga keseimbangan antara ambisi ekspansi di pasar kripto dan tata kelola perusahaan yang lebih transparan. Keputusan untuk tetap mempertahankan cadangan Bitcoin menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek aset digital tersebut di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












