Langsung ke konten
beritana
Breaking

Microsoft dan Chevron Bangun Pembangkit Listrik Gas untuk Data Center AI

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Microsoft and Chevron plan one of the largest gas-powered data center projects in US
Image Credits:Justin Sullivan/Getty Images / Getty Images

Microsoft dan Chevron sepakat membangun pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 2,67 gigawatt di Texas Barat, Amerika Serikat.

Proyek yang dijuluki Project Kilby ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan listrik pusat data kecerdasan buatan atau AI serta layanan komputasi awan milik Microsoft. Kerja sama ini terikat dalam perjanjian pembelian listrik jangka panjang selama 20 tahun.

Pembangkit tersebut akan mengandalkan dua turbin besar dari GE Vernova sebagai penghasil daya utama. Selain itu, Solar Turbines yang merupakan anak perusahaan Caterpillar turut dilibatkan untuk menyokong kebutuhan listrik tambahan.

Chevron mengklaim pengembangan ini menjadi salah satu proyek integrasi pembangkit gas dan pusat data terbesar di Amerika Serikat. Lokasi yang saling berdekatan bertujuan memaksimalkan efisiensi distribusi energi ke fasilitas Microsoft.

Langkah ini memicu sorotan terkait target keberlanjutan Microsoft yang ambisius. Perusahaan tersebut berkomitmen mencapai status nol emisi karbon pada tahun 2030, sebuah target yang kini menghadapi tantangan baru akibat penggunaan bahan bakar fosil.

Berdasarkan data Environmental Integrity Project, Project Kilby berpotensi melepaskan lebih dari 13 juta ton karbon dioksida ke atmosfer. Selain itu, instalasi ini diperkirakan menghasilkan 3.200 ton polutan udara kriteria serta 126 ton polutan udara berbahaya lainnya.

Penggunaan gas alam sebagai sumber energi pusat data memang menjadi tren di kalangan perusahaan teknologi besar. Kebutuhan daya yang masif untuk menjalankan model AI membuat ketergantungan terhadap sumber listrik konvensional sulit dihindari dalam waktu dekat.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update