Pasar Emas 15 Menit di Kalshi Lampaui Volume Perdagangan Ether

Pasar kontrak emas 15 menit di platform Kalshi mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan melampaui volume perdagangan Ether hanya beberapa pekan setelah peluncurannya.
Data terbaru menunjukkan instrumen keuangan berdurasi pendek ini kini menjadi primadona baru bagi para pedagang yang ingin mengambil posisi spekulatif terhadap pergerakan harga emas dalam interval waktu yang sangat singkat.
Selama bulan September, kontrak emas di Kalshi mencatatkan total 542 juta kontrak dengan estimasi perolehan biaya transaksi mencapai USD 5 juta atau sekitar Rp78 miliar. Angka ini jauh mengungguli kinerja kontrak Ether yang hanya membukukan 318 juta kontrak dengan total biaya sebesar USD 2,6 juta atau sekitar Rp40,6 miliar.
Meski pertumbuhan instrumen emas cukup impresif, Bitcoin tetap mempertahankan dominasinya sebagai aset utama di platform tersebut. Bitcoin berhasil meraup estimasi biaya transaksi sebesar USD 60,4 juta atau sekitar Rp944 miliar sepanjang periode yang sama.
Fenomena ini menegaskan pergeseran minat investor terhadap instrumen komoditas di platform Kalshi. Perusahaan mencatat volume perdagangan komoditas secara keseluruhan telah menembus angka USD 400 juta atau sekitar Rp6,2 triliun hanya dalam kurun waktu tujuh bulan.
Angka capaian komoditas tersebut melampaui empat kali lipat volume perdagangan aset kripto pada tahap yang serupa di awal peluncuran platform. Manajemen Kalshi menilai pasar kripto sebelumnya telah membuktikan potensi kategori baru untuk terus berkembang hingga mencapai skala miliaran dolar setiap bulannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367208/original/025231200_1791337054-messi.jpg)











