Dua warga negara Italia lainnya dilaporkan mengalami luka ringan dalam insiden kekerasan ini dan telah diizinkan kembali ke negara asal mereka setelah mendapat perawatan medis. Kedutaan Besar Italia di Bern bersama Konsulat Jenderal di Zurich terus berkoordinasi secara ketat dengan aparat penegak hukum setempat.
Salah seorang penampil, DJ Tekibo, mengungkapkan rasa duka mendalam melalui media sosial pribadinya karena kehilangan salah satu sahabat terdekat dalam tragedi tersebut.
Olivier Grein selaku perwakilan dari Agency Events AG, perusahaan penyelenggara acara tersebut, menyatakan keterkejutan seluruh tim atas tragedi yang tidak terduga ini. Pihaknya berjanji akan bersikap kooperatif dan menyerahkan seluruh rekaman keamanan demi membantu penyidikan polisi. Di lokasi kejadian, garis polisi tampak dipasang mengitari kompleks pacuan kuda, kolam renang kota, hingga lapangan olahraga sekitar.
Sejumlah jurnalis internasional melaporkan adanya pengerahan personel polisi bersenjata lengkap yang bersiaga di sepanjang jalan raya utama hingga radius 30 kilometer dari lokasi penembakan. Beberapa kendaraan lapis baja milik kepolisian disiagakan untuk memblokade jalan guna mempersempit ruang gerak pelaku yang kemungkinan besar masih membawa senjata api.
Helikopter militer Angkatan Darat Swiss juga dikerahkan untuk melakukan pemantauan udara di sekitar kawasan hutan dan pemukiman warga sejak Minggu pagi.
Negara Swiss dikenal memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api per kapita tertinggi di benua Eropa karena sistem wajib militer yang mereka terapkan. Kendati demikian, kasus penembakan massal atau kekerasan bersenjata di ruang publik sangat jarang terjadi di negara ini berkat pengetatan aturan kepemilikan senjata dalam beberapa tahun terakhir. Tragedi penembakan massal terbesar sebelumnya tercatat pada tahun 2001 ketika seorang pria bersenjata menewaskan 14 anggota parlemen di wilayah Zug sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.