Penjualan Ritel AS Anjlok Maret: Resesi & Krisis Bank Bayangi Konsumen

Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan ritel di Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan pada bulan Maret. Penurunan ini terjadi seiring dengan ditariknya rem oleh konsumen di tengah kekhawatiran resesi, yang diperparah oleh krisis perbankan.
Laporan Departemen Perdagangan AS mencatat penurunan 1% dalam penjualan ritel Maret dari bulan sebelumnya. Angka ini lebih tajam dari perkiraan 0,4% dan melampaui revisi penurunan 0,2% di Februari.
Kelemahan ini sebagian besar dikaitkan dengan pengembalian pajak yang lebih kecil tahun ini. IRS hanya mengeluarkan $84 miliar di Maret, berkurang $25 miliar dibandingkan Maret 2022. Ekonom Aditya Bhave dari BofA Global Research menyoroti pentingnya Maret untuk pengembalian pajak.
Konsumen merespons dengan mengurangi pengeluaran, terutama di toko serba ada dan barang tahan lama. Penjualan di toko umum turun 3%, dan pengeluaran di stasiun bensin merosot 5,5% pada periode yang sama.
Selain itu, berakhirnya program bantuan pangan tambahan di Februari turut menahan belanja masyarakat. Pertumbuhan upah rata-rata per jam juga melambat menjadi 4,2% di Maret, terendah sejak Juni 2021.
Meskipun pasar tenaga kerja AS masih solid, ada tanda-tanda perlambatan. Pertumbuhan 236.000 pekerjaan di Maret, meski kuat, lebih rendah dari rata-rata enam bulan sebelumnya.
Ekonom Federal Reserve bahkan memperkirakan ekonomi AS akan menuju resesi akhir tahun ini. Ini disebabkan efek tertunda dari kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.
Namun, Michelle Meyer dari Mastercard Economics Institute optimistis. Ia melihat gambaran besar masih menguntungkan konsumen dari sisi pendapatan, neraca keuangan, dan kesehatan pasar tenaga kerja.
Sentimen konsumen, dilacak University of Michigan, sedikit memburuk di Maret saat krisis perbankan. Meski stabil di April, ekspektasi inflasi naik karena harga bensin. Joanne Hsu menyatakan, "Konsumen mengharapkan penurunan, tetapi mereka menunggu hal buruk lainnya terjadi."
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor

















