Penyebab Layanan AI Tumbang Secara Serentak, Ini Analisisnya

Tiga platform kecerdasan buatan terkemuka, ChatGPT, Claude, dan Grok, mengalami gangguan operasional secara global pada Kamis, 4 September 2024. Peristiwa layanan AI tumbang secara serentak ini memicu spekulasi mengenai kerentanan infrastruktur teknologi pendukung kecerdasan buatan global.
Data dari situs pemantau DownDetector menunjukkan lonjakan laporan kegagalan akses dari pengguna di berbagai belahan dunia sejak Kamis malam. Pengguna melaporkan ketidakmampuan mengirim perintah hingga kegagalan total pemuatan halaman pada ketiga platform tersebut. Masalah ini juga mengganggu operasional perangkat pihak ketiga seperti Cursor yang mengandalkan integrasi API dari Claude dan Grok.
Layanan Google Gemini dilaporkan tetap beroperasi normal selama periode gangguan massal tersebut berlangsung.
Meskipun Gemini sempat mencatat sedikit kenaikan laporan hambatan, Google tidak mengonfirmasi adanya gangguan sistem pada infrastruktur mereka. Sebaliknya, laporan teknis mengarah pada kendala konektivitas di Microsoft Azure, penyedia layanan komputasi awan yang diandalkan oleh OpenAI, Anthropic, dan Grok.
Monopoli infrastruktur teknologi awan dan ketergantungan pada perangkat keras sejenis dinilai membuat sistem kecerdasan buatan rentan terhadap kegagalan berantai. Sebagian besar pengembang teknologi kecerdasan buatan generatif saat ini menggunakan pusat data pihak ketiga untuk menjalankan model bahasa besar mereka. Ketika penyedia utama seperti Azure mengalami gangguan teknis, efek domino langsung melumpuhkan aplikasi konsumen di seluruh dunia.
"Kelihatannya ada negara yang menjatuhkan Claude, ChatGPT, dan Grok," kata Pendiri Platform Cardano, Charles Hoskinson, seperti dikutip dari Beincrypto.
Hoskinson mengemukakan teori bahwa gangguan ini bukan disebabkan oleh peretas biasa atau masalah teknis internal, melainkan sebuah serangan terstruktur tingkat negara. Menurut analisisnya, kerentanan kolektif ini bersumber dari ketergantungan bersama para raksasa teknologi terhadap cip pemroses grafis buatan Nvidia.
Google terhindar dari kelumpuhan sistem karena tidak bergantung pada pasokan perangkat keras dari pabrikan yang sama dengan para kompetitornya. Perusahaan mesin pencari tersebut merancang dan mengoperasikan unit pemrosesan tensor milik mereka sendiri untuk melatih dan menjalankan Gemini. Perbedaan arsitektur perangkat keras ini membuat Gemini memiliki isolasi sistem yang lebih baik saat terjadi kegagalan jaringan eksternal.
"Mereka semua menggunakan chip Nvidia, Google tidak," ujar Hoskinson saat memberikan tanggapan kepada seorang pengguna di media sosial.
Memasuki Jumat pagi, 5 September 2024, laporan gangguan di situs DownDetector mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Pihak OpenAI mengumumkan bahwa perbaikan sistem telah selesai diterapkan dan layanan ChatGPT secara bertahap kembali normal.
Anthropic melaporkan bahwa sebagian besar varian model Claude sudah dapat diakses kembali oleh publik. Hanya beberapa model spesifik seperti Claude Opus 4.8 dan Opus 5 yang masih membutuhkan penanganan teknis lebih lanjut sebelum pulih sepenuhnya. Di sisi lain, tim pengembang Grok di platform X masih terus berupaya mengatasi sisa kendala teknis pada sistem mereka.
Kejadian ini memperlihatkan bagaimana konsentrasi penyedia infrastruktur awan dan ketergantungan perangkat keras dapat menjadi titik lemah baru dalam industri teknologi. Para pelaku industri kini dihadapkan pada tantangan untuk membangun diversifikasi sistem guna mencegah kelumpuhan serupa di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












