Langsung ke konten
beritana
Breaking

Perundingan AS dan Iran Capai Kemajuan Awal untuk Akhiri Konflik Global

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaWorld
318a4fb0-6da7-11f1-ad73-af954e6a3145.jpg
Iran's lead negotiator Mohammad Bagher Ghalibaf has dismissed Donald Trump's threat to renew strikes

Putaran pertama perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan final pengakhiran perang telah berakhir dengan hasil yang menjanjikan. Mediator dari Qatar dan Pakistan menyatakan terdapat kemajuan yang cukup berarti dalam diskusi yang berlangsung di Swiss tersebut.

Pertemuan yang dimulai pada Minggu di Swiss ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal antara kedua negara pekan lalu. Rangkaian pembicaraan teknis dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini untuk memperdalam detail teknis.

Sebuah Komite Tingkat Tinggi telah menyetujui peta jalan untuk mencapai kesepakatan final dalam kurun waktu 60 hari. Hal ini mencakup komitmen penghentian pertempuran di seluruh front, termasuk Lebanon, serta normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyebut pembicaraan tersebut berhasil memberikan kemajuan besar dalam upaya meredam konflik yang terjadi di Lebanon. Meski demikian, eskalasi militer di lapangan masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas kawasan.

Untuk memitigasi risiko insiden di perairan strategis tersebut, pihak mediator telah membentuk jalur komunikasi khusus bagi kapal komersial agar bisa melintas dengan aman. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak dan gas bumi dunia yang sempat terganggu akibat ketegangan kedua negara.

Selain itu, kedua pihak sepakat membentuk sel de-eskalasi yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Lebanon guna mengakhiri operasi militer di Lebanon secara efektif. Langkah ini dipandang sebagai upaya mendesak di tengah meningkatnya korban jiwa akibat serangan udara serta pertempuran yang masih terus berlangsung.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update