PT INALUM Salurkan Bantuan Rp252 Juta untuk Korban Gempa Bumi di NTT

PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp252 juta untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Pos Pendukung Logistik Nasional, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 1 September 2026. Bantuan diterima langsung oleh Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Hery Setiono.
Dana bantuan tersebut dihimpun melalui skema donasi karyawan yang kemudian digandakan perusahaan lewat program pencocokan dana satu banding satu. Seluruh dana tersebut dikonversi menjadi berbagai kebutuhan pokok bagi para penyintas bencana.
Perusahaan menyalurkan 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, serta 168 dus gabungan air mineral dan larutan isotonik. Pengiriman logistik ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan warga selama masa tanggap darurat tetap terjaga dengan baik.
Selain logistik, perusahaan menerjunkan sembilan personel relawan yang tergabung dalam tim I-Wan. Mereka terdiri dari tenaga medis hingga petugas keamanan yang memiliki tugas khusus di lokasi bencana.
Para relawan tersebut akan mendistribusikan bantuan secara langsung ke titik-titik pengungsian. Selain itu, mereka dijadwalkan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan serta pendampingan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyatakan aksi sosial ini didorong oleh inisiatif para karyawan yang ingin meringankan beban korban bencana di NTT. Perusahaan memilih untuk memperkuat semangat tersebut agar jangkauan manfaat bantuan menjadi lebih luas.
Melati menambahkan bahwa kehadiran langsung perusahaan di lapangan adalah komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat melewati fase pemulihan pascabencana. Baginya, empati harus diwujudkan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan.
Apresiasi atas langkah tersebut disampaikan langsung oleh Brigjen TNI Hery Setiono dari pihak BNPB. Ia menilai kolaborasi antara BUMN dan pemerintah menjadi faktor penting dalam merespons situasi darurat bencana secara efektif.
Hery mengungkapkan bahwa kerja sama lintas sektor merupakan kunci dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak. Dukungan dari sektor swasta sangat membantu efisiensi distribusi logistik ke daerah yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang dijalankan oleh INALUM. Program ini mencakup berbagai upaya mitigasi dan penanganan dampak bencana di seluruh wilayah operasional maupun nasional.
Langkah korporasi ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga NTT selama masa pemulihan. Perusahaan berkomitmen terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna menentukan dukungan lanjutan yang mungkin diperlukan bagi masyarakat terdampak.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor











